10 Jasad Korban Kapal Karam di Perairan Riau Ditemukan, Polisi Cari 2 Saksi Mata

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
04 Des 2018   23:00

Komentar
10 Jasad Korban Kapal Karam di Perairan Riau Ditemukan, Polisi Cari 2 Saksi Mata

Posko penemuan mayat di perairan Bengkalis, Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Jamal dan Hamid kini menjadi orang yang paling dicari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau karena diduga mengetahui peristiwa karamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di perbatasan Riau dengan Malaysia di Selat Malaka beberapa waktu silam. Keduanya berhasil selamat dari perairan itu setelah ditolong awak kapal feri Indomal yang melintasi perairan tersebut.

Kabid Humas Polda Riau, Komisaris Besar Sunarto menjelaskan, pada 22 November 2018 silam diterima informasi ada dua orang terapung di Selat Malaka lalu ditemukan kapal tersebut. Karena tujuan kapal ke Malaysia dan keduanya mengaku ingin ke Riau, kapal membawa mereka dahulu ke Malaysia. Usai itu, keduanya dibawa ke Riau lagi hingga sampai ke Kota Dumai. Kepada awak kapal, keduanya mengaku nelayan yang perahunya karam dihantam gelombang.

Baca Lainnya : Delapan Mayat Misterius Mengambang di Selat Malaka, Korban Kapal Karam?

"Saat itu awak kapal tidak banyak tanya-tanya, data keduanya juga masuk ke manifes kapal usai diselamatkan," sebut Sunarto di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Selasa (4/12) petang.

Usai penyelamatan keduanya, secara beruntun mulai dari tanggal 24 November hingga sekarang, ditemukan 10 mayat yang terapung di perbatasan Riau dengan Malaysia itu. Lokasi antara satu mayat dengan mayat ada ditemukan berdekatan dan ada pula yang cukup jauh.

"Terakhir, hari ini ditemukan mayat mengapung di Kepulauan Meranti, tepatnya perairan Teluk Mas. Lokasi ini juga termasuk perbatasan, jadi totalnya hingga sekarang ada 10 jenazah," sebut pria yang akrab dipanggil Narto ini.

Menurut Narto, Jamal dan Hamid masih dicari rumahnya usai penyelamatan itu. Keduanya menjadi saksi kunci dalam penemuan 10 jenazah itu, apakah keduanya memang nelayan atau ikut dalam rombongan TKI yang kapalnya diduga karam di perbatasan.

Sejak penemuan ini, berhembus kabar ada sekitar 19 hingga 29 TKI yang ikut dalam kapal karam itu. Hanya saja, Polda Riau belum bisa menyimpulkan karena masih mencari keberadaan Hamid dan Jamal. Sementara jenazah yang ditemukan, Polda Riau berani memastikannya sebagai TKI berdasarkan keterangan sejumlah keluarga yang sudah menjemput jenazah itu.

Baca Lainnya : Kapal Tenggelam Dihantam Ombak, 7 ABK KM Multi Prima 1 Belum Ditemukan

"Informasi dari keluarga yang sudah menjemput jenazah, sebelumnya keluarga mereka itu merantau ke Malaysia dan mengabarkan ingin pulang ke Indonesia," sebut Narto.

Sejauh ini, sudah ada tiga jenazah dibawa keluarganya ke kampung halaman masing-masing setelah tim DVI Polda Riau berhasil melakukan proses identifikasi. Dua di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan satunya perempuan. Di samping itu, bagi masyarakat Riau ataupun provinsi tetangga yang merasa kehilangan keluarganya, Sunarto menghimbau melapor ke Polda Riau. Saat ini sudah dibuka posko pengaduan di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Saat ini masih dilakukan pendataan antemortem dan posmortem bagi jenazah lainnya," kata Narto. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: