Dengan WIL, Petani Bisa Pelajari Perubahan Iklim untuk Kembangkan Pertanian

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
04 Des 2018   20:00

Komentar
Dengan WIL, Petani Bisa Pelajari Perubahan Iklim untuk Kembangkan Pertanian

 Yunita Winarto, dosen Departemen Antropologi FISIP UI. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Perubahan iklim memicu beragam masalah di sektor pertanian seperti kekeringan berkepanjangan, banjir, hingga angin kencang. Dampaknya, petani bisa merugi karena produksinya menurun atau bahkan gagal panen.

Kondisi ini terungkap berkat penelitian para ilmuan yang dimulai sejak tahun 2009 silam. Antropolog Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan petani dan agrometeorolog mengamati, mencatat, dan menganalisa beragam peristiwa iklim serta dampaknya terhadap kondisi agro ekosistem, seperti curah hujan ekstrem yang kerap terjadi saat musim hujan tiba, serta kekeringan berkepanjangan yang kerap terjadi di Indonesia.

Baca Lainnya : Aktivis Desak Revisi Target Perubahan Iklim untuk Selamatkan Pangan

Selain itu, pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi agro esistem sebagai akibat dari praktik pengelolaan lahan pertanian yang masih mengandalkan asupan kimia seperti pupuk dan pestisida sintetis. Hasil yang diperoleh kemudian dijadikan dasar oleh ilmuwan UI untuk melakukan riset guna mengantisipasi beragam dampak perubahan iklim dan perubahan kondisi lingkungan yang kian rentan.

“Selama ini kebijakan hanya berfokus untuk meningkatkan produksi pangan tapi tidak memperhatikan dampak perubahan iklim,” kata Rhino Ariefiansyah Wakil Ketua Warung Ilmiah Lapangan (WIL) yang juga dosen Antropologi FISIP Universitas Indonesia, saat ditemui Trubus.id di Depok, Selasa (4/12).

Baca Lainnya : Sebagai Negara Industri Terbesar, Kenapa AS Mangkir dari Konferensi Perubahan Iklim?

Lebih lanjut dikatakan Rhino, tidak adanya antisipasi tersebut mengakibatkan banyak petani mengalami gagal panen akibat fenomena El Nino (kekeringan berkepanjangan) seperti yang terjadi pada tahun 2015 sampai 2016 silam.

“Sejak dulu petani hanya fokus berjuang untuk mempertahankan produksi agar tidak gagal panen,” ujar Yunita Winarto dosen Departemen Antropologi FISIP UI.

Untuk itu ia berharap dengan adanya Warung Ilmiah Lapangan, para petani bisa mempelajari serta memiliki pengalaman terkait iklim untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: