Sebagai Negara Industri Terbesar, Kenapa AS Mangkir dari Konferensi Perubahan Iklim?

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
04 Des 2018   13:00

Komentar
Sebagai Negara Industri Terbesar, Kenapa AS Mangkir dari Konferensi Perubahan Iklim?

KTT COP24 di Polandia (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Konferensi perubahan iklim (KTT COP24) telah dimulai di Polandia pada Senin (3/12), dan akan berlangsung hingga 14 Desember mendatang. Tetapi, konferensi yang berlangsung di jantung negara batu bara tersebut, tanpa diwakili delegasi Amerika Serikat (AS). 

Sebagai negara industri pesaing China, Pertumbuhan Indeks Produksi Industri Amerika Serikat dilaporkan sebesar 4.2 % pada sampai pada Oktober 2018. Rekor ini naik dibanding sebelumnya yaitu 4.0 % untuk September 2018. Data Pertumbuhan Indeks Produksi Industri Amerika Serikat tetap berstatus aktif dilaporkan oleh CEIC Data. 
.

Baca Lainnya: Diikuti 200 Negara,  Konferensi COP24 Tetap Berkomitmen Tinggalkan Bahan Bakar Fosil

KTT COP24 diharapkan memajukan kesepakatan Paris 2015 yang menegaskan agar negara-negara dunia berkomitmen menjaga ambang batas kenaikan suhu Bumi di bawah dua derajat Celcius (2'C) itu dan berupaya menekan hingga 1,5'C. Untuk itu maka masing-masing negara juga terikat agar mengurangi emisi pada tahun 2020 sesuai dengan komitmennya.

Tetapi seperti keputusan Presiden AS Donald Trump Amerika Serikat menarik diri dari perjanjian Paris.

"Ini adalah COP paling penting sejak penandatanganan perjanjian Paris, dan kami memerlukan inisiatif untuk bersaksi bahwa pemerintah, sektor swasta dan individu dapat bekerja sama untuk mengatasi perubahan iklim dengan berkomitmen untuk multilateralisme," ujar Ovais Sarmad, wakil sekretaris eksekutif perubahan iklim PBB dalam sebuah pernyataan. 

Organisasi Meteorologi Dunia melaporkan pekan lalu suhu global terus meningkat. Suhu ini terpanas sejak 20 tahun terakhir. Keadaan itu memicu kenaikan permukaan laut, merekam panas laut dan mengancam gletser mencair dengan cepat.

Baca Lainnya: Indonesia Sampaikan Roadmap Perundingan COP 24 Katowice

Michal Kurtyka, Presiden COP 24 mencatat ketergantungan batubara negaranya dan menyerukan transisi yang adil untuk membantu Polandia dan pemerintah lainnya untuk berubah.

"Dunia adalah desa global. Kita semua saling bergantung dan perlu bersatu untuk melindungi planet kita. Dunia membutuhkan solidaritas untuk mengejar jalur transisi yang adil. Langkah pertama adalah mengubah cara kita berpikir, cara kita bergerak dan cara kita mengonsumsi," kata Kurtyka.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan karena perubahan iklim berjalan lebih cepat.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: