KTT Perubahan Iklim : Bank Dunia Kucurkan US$ 200 Miliar untuk Perangi Perubahan Iklim

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
04 Des 2018   11:00

Komentar
KTT Perubahan Iklim : Bank Dunia Kucurkan US$ 200 Miliar untuk Perangi Perubahan Iklim

KTT COP24 di Polandia (Foto : Twitter: @COP24)

Trubus.id -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memulai konferensi perubahan iklim (KTT COP24) pada Senin (03/12) di Polandia, dengan harapan mencapai kesepakatan untuk memajukan kesepakatan Paris 2015. Salah satu komitmen yang sudah terjalin adalah kesepakatan Bank Dunia menaikkan pendanaan dua kali lipat hingga US$ 200 miliar untuk memerangi perubahan iklim.

Bank Dunia mengatakan kesepakatan itu diambil dalam pertemuan yang dihadiri oleh ratusan negara di Polandia sebagai bentuk ambisi besar untuk mengatasi perubahan iklim dan mengirimkan pesan penting secara luas agar masyarakat dunia juga melakukan upaya yang sama. Pendanaan itu akan dikucurkan dalam bentuk investasi pada tahun 2021 - 2025.

Baca Lainnya: Diikuti 200 Negara,  Konferensi COP24 Tetap Berkomitmen Tinggalkan Bahan Bakar Fosil

Pendanaan itu naik dua kali lipat dibanding pendanaan dalam lima tahun terakhir. Bank Dunia mengatakan kesepakatan itu diambil dalam pertemuan yang dihadiri oleh negara-negara maju, saat ini telah berkomitmen untuk mencabut anggaran pengeluaran tahunan publik dan swasta sebesar US$ 100 miliar pada tahun 2020 agar bisa memerangi dampak perubahan iklim.

Negara-negara di belahan selatan bumi yang melawan dampak pemanasan suhu terus mendorong negara-negara di belahan utara agar tidak mengendurkan komitmen mereka.

Bank Dunia mengatakan pendanaan sebesar US$ 200 miliar itu terdiri dari US$ 100 miliar pendanaan langsung dari Bank Dunia. Sedangkan sepertiganya akan berasal dari dua agen Bank Dunia dan sisanya dari permodalan swasta yang dikelola oleh kelompok bank dunia.

Baca Lainnya: Ini Jawabannya Kenapa Indonesia Rentan Perubahan Iklim

"Kita tidak mengurangi emisi dan membangun cara beradaptasi dengan perubahan iklim mulai dari sekarang, maka akan ada 100 juta lebih orang yang hidup dalam kemiskinan pada tahun 2030," kata John Roome, Direktur Senior Bank Dunia untuk perubahan iklim.

Menurutnya, masalah perubahan iklim sudah semakin jarang dibahas di tiga kawasan, yakni Afrika, Asia Selatan dan Amerika Latin. Dengan begitu diperkirakan bakal ada sekitar 133 juta gelombang imigran akibat perubahan iklim.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: