Miris, Oknum Perwira Polisi di Mabes Polri Ikut Berburu Rusa di TN Ujung Kulon

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
03 Des 2018   21:00

Komentar
Miris, Oknum Perwira Polisi di Mabes Polri Ikut Berburu Rusa di TN Ujung Kulon

Ilustrasi rusa hasil buruan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Aktivitas perburuan di Taman Nasional Ujung Kulon rupanya masih kerap terjadi. Namun kali ini, tim gabungan dari pihak Taman Nasional, Pos Lanal TNI AL Sumur, Danpos Airud Sumur serta Polsek Sumur, Pandeglang, berhasil menangkap para pelakunya. Yang memprihatinkan, belakangan diketahui kalau 1 dari 8 pelaku yang berhasil ditangkap adalah seorang perwira polisi.

"Oknumnya (tugas) di Mabes, inisialnya Kombes B. Nama lengkapnya ada di penyidik," kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Mamat Rahmat di Pandeglang, Banten, Senin (3/12).
 
Mamat menjelaskan, pengungkapan ini sendiri bermula dari laporan warga yang sempat memergoki aksi mereka. Petugas gabungan kemudian mendatangi kawasan Taman Nasional ujung Kulon, tepatnya di Pulau Panaitain. Benar saja, di lokasi ini petugas mendapati para pelaku saat mereka hendak kabur dengan hasil buruannya.

Baca Lainnya : 10 Anggota Sindikat Pemburu Beruang Madu di TNBBS Diringkus Tim Gabungan

"Ada boat di situ dan langsung disergap. Kita tanya lagi nyapain, mereka mau melarikan diri. akhirnya dihadang, dapat langsung diperiksa," kata Mamat lagi.

Dari tangan para pelaku, petugas mendapati 3 box berisi daging rusa, satu box berisi 3 kepala rusa dan 10 kaki rusa. Selain itu petugas juga menyita 2 senjata laras panjang yang dipakai dalam perburuan itu. 

Mamat menambahkan, dalam penyergapan itu, 3 pelaku berhasil melarikan diri ke hutan. Sementara 8 pelaku lain langsung diamankan bersama 3 kru kapal yang mereka sewa. Para pelaku kemudian dibawa Polres Pandeglang untuk menjalani pemeriksaan. 

Terkait oknum perwira kepolisian Mamat menjelaskan, Kombes B sebelumnya juga pernah disergap pihak balai di kawasan tersebut. Namun kala itu, petugas tidak menemukan barang bukti.

Baca Lainnya : Pemburu Burung Endemik Flores, Masih Banyak Berkeliaran di Hutan Poco Ndeki

"Dia menunjukkan KTA dan kartu kepemilikan senpi. Dia katanya berburu dan mengaku salah, dia menyerah. Dulu kami sergap tapi tidak ada barang bukti, orangnya sama, cuma kami sergap di darat, pas mereka turun," terangnya lagi.

Perburuan hewan di kawasan Taman Nasional sebenarnya sudah dilarang menurut undang-undang. Selain itu, kawasan Ujung Kulon merupakah habitat badak Jawa yang dikenal sebagai spesies yang soliter. Karena itu, segala bentuk perburuan di wilayah ini memiliki konsekuensi hukum sesuai perundang-undangan.

"Nggak boleh, dilindungi, apapun di Taman Nasional dilindungi," terang Mamat. [RN] 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: