Pangan Lokal Bisa Dongkrak Stamina Hingga Pancarkan Wibawa, Ini Kiatnya

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
03 Des 2018   15:30

Komentar
Pangan Lokal Bisa Dongkrak Stamina Hingga Pancarkan Wibawa, Ini Kiatnya

Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi saat menghadiri Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh di Bandung, Jumat (30/11) lalu. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Pangan lokal memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia. Untuk itu, Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengatakan, Kementan akan melakukan pengembangan pangan lokal dan bahkan ekspor ilmu pangan lokal untuk dijadikan program prioritas ke depannya.

Suwandi sangat optimis, upaya ini bisa terwujud mengingat kualitas pangan lokal bisa dihasilkan petani dan ketersediaan lahan masih banyak yang belum dioptimalkan secara khusus untuk mengembangkan pangan lokal yang benar-benar untuk kesehatan tubuh.

“Program pengembangan pangan lokal khususnya untuk stamina ini sangat penting. Di samping memberikan dampak asupan makanan yang sehat, juga memberikan pendapatan yang tinggi untuk petani. Sebab, ke depan konsumsi pangan lokal untuk stamina akan menjadi incaran generasi milenial,” ujar Suwandi dalam acara 'Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Stamina Tubuh' yang digelar di Bandung, Jumat (30/11) lalu.

Baca Lainnya : Kemendes Dorong Produk Pangan Lokal NTT Agar Bisa Bersaing di Mancanegara

Dalam kesempatan itu, Dr. Hanson Barki selaku pengelola HanaRa Clinic yang bekerja sama dengan Kementan dalam gelaran itu menjelaskan, kliniknya menggunakan teknologi yang disebut HanaRa Life Energy Pool dan Fountain untuk membangun stamina tubuh. Teknologi ini adalah teknologi air terkini yang dibuat sesuai prinsip Body Intelligence.

Fasilitas penerima 3 kali penghargaan rekor dunia dari MURI ini baru ada di Bandung Indonesia dan merupakan fasilitas pertama di dunia. Teknologi ini yang digunakan HanaRa untuk mempercepat optimalnya pencapaian potensi tubuh. 

“Organ vital pada tubuh manusia bisa mengganggu emosi. Kelima organ vital tersebut meliputi limpa, ginjal, liver, jantung, dan paru-paru, yang kondisinya sangat dipengaruhi asupan makanan. Pangan lokal bisa membangun kerja yang positif kelima organ ini,” demikian dikemukan dr. Hanson.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran 1985 itu menerapkan metode pemeriksaan kinesiologi yang dikembangkan dr Goodheart. Dokter di Amerika Serikat itu mendeteksi lemahnya kelima organ vital kesehatan manusia dari gerakan ototnya. Pasien depresi juga begitu, solusinya bereskan dulu badannya. 

“Foto selfie digunakan sebagai alat ukur objektif. Terdapat perbedaan signifikan saat dilakukan tes pada foto sebelum dan sesudah masuk HanaRa Life Energy Pool. Vibrasi tubuh yang nyaman sampai level meridian terekam di foto (red. sesuai presentasi ilmiah di kongres kedokteran dunia tahun 2015 ),” terangnya.

Ia memaparkan, tubuh memiliki sistim body intelligence, sehingga saat tangan menyentuh foto, tubuh langsung bisa merespon. Bila vibrasi meridian tubuh belum koheren akibat stres, tes akan melemah.

Namun demikian, dr. Hanson menuturkan hal ini berbeda dengan setelah berlatih. Apalagi di dalam fasilitas HanaRa Life Energy Pool dan Fountain, vibrasi meridian tubuh sudah mulai koheren sampai level meridian. Tandanya tubuh mulai nyaman, membuat tes menguat. Tubuh nyaman sampai level meridian, koherensi tubuh mulai tercapai. 

Dr. Hanson menyebutkan, di HanaRa ada 3 pertanda saat potensi tubuh mulai menguat. Pertama, stamina. Ciri awal kalau meridian mulai pulih, stamina pulih, maka program di awal, meningkatkan stamina dulu. Yang kedua, produktivitas kerja.

Baca Lainnya : Tekan Impor Gandum, Kementan Dorong Produksi Pangan Berbahan Lokal

"Kalau stamina sudah naik, baru produktivitas tubuh dan otak mulai naik,” imbuhnya.

Sementara yang terakhir, Inner beauty atau karisma. Dr. Hanson menjelaskan, setelah stamina dan produktivitas kerja naik, selanjutnya akan diikuti kinclongnya wajah hingga level HanaRa Glow.

Amir, seorang pegawai Ditjen Hortikultura Kementan yang ikut menjalani pelatihan mengatakan, berkat rajin latihan menggunakan metode HanaRa yakni gerakan tubuh disertai konsumsi pangan lokal, kini ia mampu naik tangga 3 kali lipat lebih tinggi dari sebelumnya.

“Berkat rajin latihan, sekarang saya mampu naik tangga 3 kali lipat lebih tinggi dari sebelum latihan HanaRa. Padahal sebelumnya saya tidak kuat berjalan jauh apalagi naik turun tangga sampai ke lantai 4. Ini saya rasakan langsung dan saya lakukan setiap hari, saya bisa naik turun tangga gedung 4 tingkat,” akuinya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: