Usai Gempa, Cagar Budaya Berusia 700 Tahun di Sembalun Masih Terlantar

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
03 Des 2018   14:30

Komentar
Usai Gempa, Cagar Budaya Berusia 700 Tahun di Sembalun Masih Terlantar

Cagar Budaya di Desa Sembalun masih belum tersentuh bantuan (Foto : Antara)

Trubus.id -- Usai diguncang gempa bumi pada beberapa waktu lalu, cagar budaya yang berada di Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga saat ini masih belum tersentuh bantuan.

Padahal cagar budaya tersebut memiliki tujuh rumah adat berusia 600-700 tahun, serta sebagai peninggalan nenek moyang warga Sembalun.

Guncangan gempa dahsyat membuat dua dari tujuh rumah adat beratap jerami dengan dinding anyaman bambu dan lantai tanah berlapis kotoran sapi itu masih rata dengan tanah. Sedangkan kondisi empat rumah adat lainnya rusak pada bagian lantai.

"Seperti itu kondisinya. Rencananya pemerintah desa akan melakukan renovasi pada tahun depan,” demikian disampaikan Hamidun, Humas Karang Taruna Desa Sembalun Lawang di Sembalun kepada wartawan di Sembalun, NTB, Senin (3/12).

Baca Lainnya: Kemenhub dan UGM Bangun Rumah Transisi untuk Korban Gempa Lombok

Pihaknya menjelaskan, usai gempa dahyat yang mengguncang beberapa bulan lalu, sampai saat ini tidak ada satupun wisatawan yang berkunjung ke cagar budaya Desa Sembalun tersebut.

“Sekarang kondisinya memprihatinkan. Hanya sapi yang berkeliaran. Kami sudah minta warga untuk tidak membiarkan sapinya masuk ke areal cagar budaya tersebut," paparnya.

Hamidun yang juga merangkap pengelola rumah adat sudah mengajukan proposal ke pemerintah desa agar memperbaiki cagar budaya tersebut menggunakan dana desa.

Baca Lainnya: Bina Swadaya dan ERCB Fokus Beri Bantuan di 6 Desa Terdampak Gempa Lombok

Selain itu, permohonan bantuan untuk perbaikan rumah adat juga sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Kami ingin itu segera diperbaiki karena banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang untuk melihat peninggalan bersejarah ini," ucapnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur Mertawi membenarkan bahwa saat ini, pemerintah daerah belum memberikan perhatian khusus pada Rumah Adat Sembalun usai gempa.

Tapi pihaknya mengatakan, pemerintah daerah berjanji akan membantu renovasi rumah adat yang ada di cagar budaya Desa Sembalun.

"Rumah adat tersebut juga destinasi wisata, pasti ada upaya perbaikan," pungkas Mertawi.

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: