Sekolah Anugerah Rayakan Hari Difabel Sedunia dengan Pemeriksaan Kesehatan

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
03 Des 2018   12:00

Komentar
Sekolah Anugerah Rayakan Hari Difabel Sedunia dengan Pemeriksaan Kesehatan

Kegiatan Sekolah Anugerah di Hari Difabel Sedunia (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Tanggal 3 Desember diperingati sebagai hari difabel sedunia. Untuk merayakan hari penting ini, Sekolah Anugerah berkolaborasi dengan Komunitas Indonesia Care for Rare Diseases  dan Forum Anak Surakarta melaksanakan bakti sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Anugerah yang beralamat di Tohudan, Karanganyar,  Jawa Tengah ini terdiri dari Pemeriksaan gigi, THT dan pemeriksaan kesehatan secara umum. Selain itu juga terdapat aktivitas mendonngeng, menyanyi dan pesta balon. 

Founder Sekolah Anugerah, Eko Setyoasih mengatakan kepada Trubus.id Senin (3/12), Anak-anak merasa senang dengan kegiatan ini. Hanya saja sewaktu diperiksa kebanyakan takut. Rasa takut itu hilang ketika anak-anak diberi balon. 

Baca Lainnya: Misi Besar ERCB Terhadap Penyintas Anak-anak Sigi dan Donggala

"Saya senang sekali dengan adanya kegiatan semacam ini, karena anak-anak bisa bahagia penuh canda. Dan yang lebih menyenangkan karena ada komunitas yang peduli dengan anak-anak yang semuanya berkebutuhan khusus ini. Sehingga saya tahu keadaan kesehatan anak yang selama ini tak diperhatikan oleh orangtuanya, "katanya.  

Baca Lainnya: Kemendes PDTT Akan Bantu Pasarkan, Sayuran Hidroponik Kaum Difabel Sleman

Selain itu, menurut Eko, dengan adanya acara ini, warga sekitar makin lebih bisa menerima keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus, karena pada dasarnya anak-anak itu tetapkah anugerah yang harus kita terima, bukan penyakit menular seperti yang mereka anggap selama ini.

Bakti sosial yang melibatkan  93 anak difabel yang merupakan siswa Sekolah Anugerah ini dilakukan pada Minggu (2/12).

Sekolah Anugerah merupakan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus gratis, khususnya anak-anak yang tak mampu. Beberapa siswa Sekolah Anugerah tidak hanya datang dari sekitar Karanganyar, namun juga berasal dari beberapa wilayah seperti Lampung, Surabaya, Cirebon dan Kalimantan. 

Anak-anak itu menginap dan tinggal di Sekolah Anugerah yang merangkap sebagai asrama atau panti.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: