14 Titik Penyebab Banjir di Kulonprogo Ditemukan, Tak Semua Bisa Diselesaikan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
03 Des 2018   11:30

Komentar
14 Titik Penyebab Banjir di Kulonprogo Ditemukan, Tak Semua Bisa Diselesaikan

Ilustrasi banjir rendam kawasan pemukiman (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna mengantisipasi bencana banjir, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) mulai memetakan 14 titik penyebab banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Kulonprogo.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala DPUPKP Kabupaten Kulonprogo Gusdi Hartono. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi lokasi bangunan yang rusak, sehingga menjadi penyebab potensi banjir.

"Berdasarkan identifikasi di lapangan, kami mencatat ada 14 titik penyebab banjir. Kami sudah berusaha menangani, namun tidak semua dapat dikerjakan," demikian dikatakan Gusdi, kepada wartawan di Kulonprogo, Senin (3/12).

Baca Lainnya: Inilah 14 Titik Rawan Banjir di Kulon Progo yang Harus Diwaspadai

Lebih lajuh pihaknya mengatakan, 14 titik penyebab banjir tersebar di Kecamatan Wates, Panjatan, Temon, Sentolo, Lendah, Galur, dan Pengasih.

14 titik penyebab banjir tersebut yakni drainase Kalituri atau Carik Barat di Desa Palihan (Temon), drainase Kali Sidatan di Desa Kalidengen (Temon), drainase Kulwaru (Wates), drainase tengah sawah di Desa Ngestiharjo (Wates), drainase Wojowalur di Desa Bojong (Panjatan).

Kemudian, drainase Bug Grojok di Desa Kedunggong (Wates), Sungai Serang di Kelurahan Wates (Wates), drainase Papah di Desa Sukoreno (Sentolo), drainase Rowojembangan di Desa Sukoreno (Sentolo), drainase Kaligawe di Desa Krembangan (Panjatan), drainase Heisiro di Desa Banaran (Panjatan).

Baca Lainnya: Bulak Widoro, Destinasi Wisata Pertanian di Gunung Kidul

Selanjutnya, drainase Kalipeni di Desa Bugel, Pleret, Garongan dan Karangwuni yang ada di Panjatan dan Wates, drainase Ceme di Desa Tirtorahayu (Galur) dan drainase Miri (Wates).

Sampai saat ini, DPUPKP telah melakukan berbagai tindakan untuk mengantisipasi potensi banjir di 14 titik penyebab banjir, seperti melakukan normalisasi, merehabilitasi tanggul, pembersihan tanaman yang menyumbat aliran air, perbaikan klep, pelebaran penampang basah, rehabilitasi parapet, hingga rehabilitasi pintu air.

"Di 14 titik tersebut bila dalam kondisi hujan dengan intensitas tinggi, dipastikan banjir. Kami juga meminta masyarakat di sekitar lokasi penyebab banjir untuk selalu waspada,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya berharap masyarakat meningkatkan kesadaran akan kebersihan di sekitar drainase yang kerap menggangu aliran air karena banyakanya sampah yang menyumbat drainase.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: