Bencana Banjir dan Longsor Ancam Bantul, 20 Posko Siaga 24 jam  

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
03 Des 2018   06:30

Komentar
Bencana Banjir dan Longsor Ancam Bantul, 20 Posko Siaga 24 jam  

Tanah Longsor (Foto : Pixabay)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendirikan posko siaga banjir dan tanah longsor di 20 titik yang rawan atau berpotensi bencana saat musim hujan.

"Hujan di Bantul selama ini masih belum begitu ekstrim, curah hujan belum lebat dan durasi belum panjang, namun demikian antisipasi tetap kita buat posko banjir longsor di 20 titik," kata pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul. 

Menurut Dwi, pendirian 20 posko itu dengan melibatkan potensi personel maupun sumber daya manusia (SDM) para relawan dalam forum pengurangan risiko bencana (FPRB) yang terbentuk di desa setempat.

Baca Lainnya: Fenomena MJO, Warga Jogja Terancam Bencana Tanah Longsor

"Teman-teman FPRB akan pantau terus situasi di wilayahnya, dan itu jadi sebuah potensi yang perlu kita apresiasi dengan swadaya, dengan pemahamannya sendiri mereka turut serta mengkondisikan supaya ancaman tidak terjadi di Bantul," jelasnya.

Menurutnya 20 posko yang ada saat ini sudah mulai berjalan, tiap-tiap posko siaga selama 24 jam sehingga akan ada personel yang berjaga terus secara bergiliran dengan dukungan peralatan dan logistik dari instansinya.

"Masyarakat membuat posko, kita fasilitasi dari sisi logistik. Posko itu diantaranya di Piyungan tiga posko, yaitu di Desa Srimartani, Srimulyo dan Sitimulyo, kemudian di wilayah Pleret ada posko baik longsor maupun banjir," terangnya.

Pendirian posko di wilayah Bantul selama ini sudah menjadi kajian dari BPBD untuk diprioritaskan. Pendirian posko pun bersifat insidentil atau hanya bertepatan dengan musim hujan yang rawan potensi bencana.

Baca Lainnya: Cuaca Ekstrem, Jogja Waspada Banjir dan Tanah Longsor

"Posko sifatnya insidentil manakala musim hujan, jadi tidak setiap hari ada posko. Posko dilengkapi alat komunikasi, disamping itu petugas berkeliling melihat potensi yang ada, sehingga sedini mungkin potensi itu bisa kita antisipasi," lanjutnya.

Dia mengatakan di titik-titik rawan tanah longsor tersebut sebagian wilayah sudah diuji coba untuk pemasangan early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini ketika ada tanda-tanda atau gejala tanah longsor.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: