Sempat Terhenti, Petani Cimbang Kini Mulai Kembangkan Vanili

TrubusNews
Karmin Winarta
30 Nov 2018   13:00 WIB

Komentar
Sempat Terhenti, Petani Cimbang Kini Mulai Kembangkan Vanili

vanili, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Di Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada era tahun 70-an, banyak petani menjadikan vanili sebagai salah satu komoditas perkebunan yang banyak ditanam.

Kegiatan penanaman vanili tersebut sempat mengalami penurunan bahkan sempat ditinggalkan. Namun saat ini, petani di sana mulai menanamnya kembali dengan harapan bisa memberikan pemasukan tambahan secara ekonomi. 

Salah seorang petani di Desa Cimbang yang mulai menanam vanili adalah Ridawati Bru Ginting. Diakuinya, sejak beberapa bulan lalu sudah menanam sebanyak 150 batang.

"Saya sengaja belum mau menanam lebih luas, karena masih uji coba. Saya menanamnya di sela-sela tanaman kopi," kata Ridawati, Jumat (30/11).

Baca Lainnya: Kementan Mulai Bangun Lumbung Bawang Putih Baru di Sumatra Utara

Ridawati mengaku, ide menanam  kembali vanili setelah diberitahu oleh saudaranya yang mengatakan vanili masih bisa ditanam dan tetap memiliki nilai ekonomi. 

"Awalnya mulai satu batang, saya kembangkan lebih banyak hingga kini jadi 150 batang," ungkapnya.

Ridawati yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Cimbang Sinabung ini menilai, belum banyak petani yang mau mengikutinya bertanam vanili. Menurutnya, jika dirinya berhasil menanam vanili, petani lain akan mengikuti. 

"Sekarang masih uji coba dulu bertanam vanili. Kalau udah berhasil, petani lain akan ikut tanam kembali," ujarnya. 

Baca Lainnya: Pertanian Masih Menjadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi Sumut

Ridawati menyebut, pada tahun 1970 vanili menjadi penghasilan utama bagi petani di Desa Cimbang. Penyebab ditinggalkannya vanili karena serangan hama yang membuat batangnya busuk kemudian mati. 

"Petani saat itu tidak memahami secara baik bagaimana bertanam vanili dengan baik," sebutnya.

Namun demikian, Ridawati mengakui bahwa cara menanam vanili bisa dilakukan dengan air sekadarnya saja.

"Masih sembarangan saja, ditanam hidup. Dirawat nanti kalau sudah musim panen," tandasnya.  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: