4 Tahun Terakhir Produksi dan Ekspor Hortikultura Kian Melejit

TrubusNews
Astri Sofyanti
30 Nov 2018   09:34 WIB

Komentar
4 Tahun Terakhir Produksi dan Ekspor Hortikultura Kian Melejit

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, (Foto : Dok Kementan)

Trubus.id -- Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan capaian kerja empat tahun terakhir di subsektor hortikultura.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, mengugkapkan kurun waktu 4 tahun terakhir, berbagai indikator kinerja hortikultura semakin membaik. Berdasarkan data BPS, tren produksi dan ekspor komoditas buah-buahan, sayuran dan tanaman hias semakin meningkat dari tahun ke tahun.

"Produksi Sayuran 2017 mencapai 12,48 juta ton naik dari tahun 2016 12,08 juta ton. Produksi buah-buahan tahun 2017 mencapai 19,6 juta ton, naik dari tahun sebelumnya 18,3 juta ton. Produksi bunga potong naik dari 763 juta tangkai di tahun 2016 menjadi 819 juta tangkai di tahun 2018," demikian disampaikan Suwandi dalam siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id di Jakarta, Jumat (30/11).

Baca Lainnya: Dalam 4 Tahun, Kementan Sukses Tingkatkan SDM Pertanian Indonesia

Lebih jauh, Suwandi mencontohkan produksi jeruk tahun 2017 yang mencapai 2,3 juta ton naik signifikan dari tahun 2013 yang hanya 1,65 juta ton. Produksi pisang juga naik dari 6,28 juta ton menjadi 7,04 juta ton.

"Produksi bawang merah pun melonjak dari 1 juta ton di tahun 2013 menjadi 1,47 juta ton di tahun 2017. Di tahun 2018 kami optimis lebih tinggi lagi," ujarnya.

Terkait kinerja ekspor komoditas hortikultura, Suwandi menegaskan sesuai arahan Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian, ekspor produk hortikultura tropis agar terus ditingkatkan. Untuk itu, Kementan sudah memangkas perijinan ekspor sesimpel dan secepat mungkin, yakni melalui sistem Online Single Submission (OSS).

"Ini diikuti juga dengan revisi regulasi, di antaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean," paparnya.

Dampak kebijakan tersebut, dikatakan Suwandi, langsung dirasakan pelaku usaha. Ekspor produk hortikultura seperti manggis, nanas, benih kangkung, durian, pisang, bawang merah, wortel, tanaman obat hingga tanaman hias meningkat signifikan.

Data BPS menyebutkan ekspor nanas 2016 sebanyak 138.400 ton, di 2017 naik 210.045 ton. Ekspor manggis periode Januari-September 2018 melonjak 378,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor durian hingga September 2018 melesat naik 733% dibanding 2017. Dulunya neraca perdagangan durian defisit, tetapi sekarang surplus.

Baca Lainnya: Beragam Kebijakan Kementan Bawa Angin Segar untuk Peternak Unggas Blitar

"Buah-buahan lain yang ekspornya turut naik antara lain pisang, salak, jeruk dan rambutan. Kalau dulu hampir tiap hari kita dijejali dengan buah-buahan impor, kini buah-buahan lokal sudah mampu merajai, bahkan ekspor," imbuhnya.

Selain buah-buahan, Suwandi mengungkapkan kinerja bawang merah juga mencatatkan prestasi yang membanggakan, dari semula masih impor 74 ribu ton tahun 2014, bisa turun drastis hingga nol persen di tahun 2016. Sejak 2016 hingga saat ini sudah tidak lagi impor Bawang Merah dan Cabai Segar, sehingga mampu membalikkan keadaan menjadi ekspor.

"Demikian juga untuk kentang sayur, kita sudah tidak perlu impor alias swasembada. Untuk kentang industri, salah satu produsen olahan makanan berbasis kentang terbesar di Indonesia telah menyatakan siap swasembada tahun 2019. Sementara pasokan ke industri lainnya akan selesai di tahun 2020," ungkapnya.

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Indonesia Jadi Contoh Negara Lain Manfaatkan Biodiesel

Peristiwa   09 Des 2019 - 17:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: