Menatap Masa Depan Terumbu Karang di Perairan Nusantara

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
29 Nov 2018   20:30

Komentar
Menatap Masa Depan Terumbu Karang di Perairan Nusantara

Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Pusat Penelitian Oseanografi melihat kerusakan terumbu karang. (Foto : Doc/ LIPI)

Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian terumbu karang adalah dengan membuat kawasan konservasi perairan. Tujuan kawasan konservasi ini adalah untuk melestarikan, melindungi dan memanfaatkan fungsi ekosistem sebagai habitat penyangga kehidupan biota perairan, baik saat ini hingga masa yang akan datang.

Upaya pelestarian terumbu karang terus dilakukan untuk mengembalikan tutupan karang di perairan Indonesia. (FOTO: Kompas)

Indonesia sebagai pusat segitiga karang dunia memiliki kekayaan jenis karang paling tinggi dengan presentase 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku atau sekitar 70 persen lebih jenis karang dunia dan lima jenis diantaranya merupakan jenis  endemik atau hanya ditemukan di Indonesia.

Sebagai walidata Terumbu karang Indonesia yang harus menyampaikan perbaruan status setiap tahunnya, P2O LIPI memiliki tanggung jawab sebagai Scientific Authority untuk menilai potensi sumberdaya dan pemanfaatan biota laut, baik pemanfaatan melalui pengambilan dari alam ataupun dari budidaya. 

Salah satu pemanfaatan sumberdaya karang yang potensial adalah transplantasi karang. Dengan adanya transplantasi karang dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal dan mengurangi pengangguran karena menyerap tenaga kerja hingga 12.000 orang. Oleh karena itu, layak bagi Indonesia untuk memelihara dan mengelola terumbu karang yang kita miliki secara berkelanjutan. 

Lebih lanjut, Dirmansyah mengatakan bahwa pengambilan karang alami yang dilakukan oleh nelayan atau pengusaha karang telah memenuhi NDF (Non Detrimental Finding) yang ditetapkan oleh CITES.

Berdasarkan hasil kajian Puslit Oseanografi yang dilakukan di beberapa provinsi tempat pengambilan karang, kegiatan ini ternyata tidak menyebabkan terjadinya kerusakan serta penurunan yang signifikan terhadap populasi karang di habitat aslinya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Gunung Krakatau dalam Bingkai Sejarah Dunia

Binsar Marulitua   Liputan Khusus
Bagikan:          
Bagikan: