Menatap Masa Depan Terumbu Karang di Perairan Nusantara

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
29 Nov 2018   20:30

Komentar
Menatap Masa Depan Terumbu Karang di Perairan Nusantara

Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Pusat Penelitian Oseanografi melihat kerusakan terumbu karang. (Foto : Doc/ LIPI)

Trubus.id -- Indonesia sebagai salah satu negara Mega Biodiversity dikaruniai Keanekaragaman hayati dengan tingkat endemisme, dan organisme dalam struktur geografi yang sangat tinggi. 

Di lautan, negara dengan bentang kepulauan ini pun dipuja sebagai "heaven under the sea" karena masuk di dalam kawasan segitiga karang dunia, sekaligus pemilik 53 persen ekosistem tersebut.

Dalam kelas tumbuhan, terumbu karang masuk ke jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang mempunyai skeleton tentakel-tentakel. Koloni terumbu karang ini terbentuk oleh beribu- ribu hewan yang kecil- kecil yang dinamakan Polip. 

Secara sederhana, karang ini terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh unik seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi tentakel ektodermis, mesoglea, gastrodermis, nematoksis dan silia.

Karang yang ada di perairan Indonesia sangat beragam. Hal ini terjadi karena terumbu karang hanya hidup di daerah tropis. Tidak ada terumbu karang yang hidup di daerah sub tropis. Semakin dingin, karang tidak bisa hidup. Semakin panas juga tidak bisa. Jadi cuaca yang cukup. 

Kondisi Terumbu Karang di Indonesia

Belum lama ini, Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI melaporkan kondisi terkini terumbu karang di Indonesia yang mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun belakangan.

Kondisi terumbu karang di perairan Indonesia yang penuh keberagaman. (FOTO: Doc/ LIPI)

Hasil penelitian dan pemantauan terumbu karang terhadap 1067 site di seluruh Indonesia menunjukkan, terumbu karang dalam kategori jelek sebanyak 386 site (36.18 persen), kategori cukup sebanyak 366 site (34.3 persen), kategori baik sebanyak 245 site (22.96 persen) dan kategori sangat baik sebesar 70 site (6.56 persen). 

"Terumbu karang yang masuk ke dalam kategori baik dan cukup mengalami tren penurunan beberapa tahun terakhir. Selain itu, terumbu kareng kategori sangat baik dan jelek mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Kepala Pusat Oseanografi LIPI, Dr. Dirhamsyah di Graha Widya LIPI, Gatot Subroto, Rabu (28/11).

Dirhamsyah mengungkapkan, penyampaian status ini juga kontribusi dari P2O LIPI sebagai Walidata Terumbu Karang Indonesia. Informasi status terumbu karang tahun 2018 ini diharapakan dapat digunakan dalam penyusunan kebijakan, pengelolaan dan konservasi terumbu karang nasional, serta dapat memberikan prediksi kondisi terumbu karang di Indonesia ke depannya.

Ketersedian data terumbu karang diperoleh dari hasil penelitian dan monitoring P2O LIPI yang telah dilakukan dalam rentang waktu 25 tahun serta didukung oleh data-data dari institusi lain. Pengukuran tersebut didasarkan pada kriteria persentase tutupan karang hidup yaitu sangat baik dengan tutupan 76-100 persen, baik (tutupan 51-75 persen), cukup (tutupan 26-50 persen) danjelek (tutupan 0-25 persen). 

Hasil pengukuran terbaru ini dilakukan melalui pemetaan citra satelit. Luas terumbu karang Indonesia mencapai 25.000 km2 atau sekitar 10 persen dari total terumbu karang dunia yaitu seluas 284.300 km2 dengan dan penyumbang terbesar adalah coral triangle yang menyumbang sekitar 34 persen atau luas 73.000 km2 dari luas terumbu karang dunia. 

Di Indonesia, karang keras (ordo Scleractinia) memiliki kekayaan jenis paling tinggi, yakni 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku dari total 845 jenis karang di dunia. Jenis karang famili Fungiidae misalnya, 90 persennya ditemukan di perairan Indonesia atau 41 jenis dari total 43 jenis yang ada di dunia.

Jika dihitung luas sebaran dunia ekosistem keseluruhan bisa mencapai 2.517.858 hektare. Bali 8,37 hektare, Jawa 67,869 hektare, Kalimantan,119,304 hektare, Maluku  433,110 hektare, Nusa Tenggara272,123 hektare, Papua 269 hektare, Sulawesi 862 hektare dan Sumatra 478,587 hektare.

Hingga kini, konsentrasi sebaran terumbu karang tertinggi berada di bagian tengah dan timur perairan Indonesia. Wilayahnya meliputi perairan Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Fungsi dan Manfaat Penting Terumbu Karang

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: