Karhutla Berlalu, Bencana Banjir dan Longsor Kini Intai Warga Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
29 Nov 2018   16:30

Komentar
Karhutla Berlalu, Bencana Banjir dan Longsor Kini Intai Warga Riau

Banjir mulai melanda beberapa wilayah di Provinsi Riau semenjak musim hujan tiba. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau memang telah dicabut karena Bumi Lancang Kuning sudah memasuki puncak musim hujan. Namun demikian, di depan mata ada bencana lain mengancam, yaitu banjir dan longsor.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat banjir dan bencana agar bencana musiman serta fluktuatif ini bisa tertangani dengan baik. Bantuan akan mudah disalurkan dengan adanya status ini.

"Sudah disetujui dinas dan stakeholder terkait, mulai 30 November 2018 hingga 31 Desember berlaku status ini," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Riau Edward Sanger, Kamis (29/11) siang.

Baca Lainnya : Sampah Bambu Hingga Pot, Penyebab Banjir Tak Lazim di Bangkinang, Riau

Berdasarkan pemaparan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Riau hingga pergantian tahun nanti akan diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Status siaga ini bisa diperpanjang kalau hujan masih terjadi hingga akhir Januari 2019.

"Kalau Januari tidak tinggi lagi tidak akan diperpanjang atatusnya," tegas Edward.

Selain prakiraan BMKG, Edward menyebut status ini diberlakukan karena ada lima kabupaten yang sudah menetapkan status ini sebelumnya. Daerah itu adalah Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu Dumai dan Kuantan Singingi.

Selain daerah tersebut, masih ada beberapa daerah lainnya yang tengah dilanda banjir. Hanya saja masih fluktuatif dan tidak merata, seperti yang terjadi di Bangkinang, Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru.

"Banjir di Kampar karena drainase tidak berfungsi, sehari dua hari setelah dinormalisasi, banjirnya reda," kata Edward.

Baca Lainnya : Aksi Bocah Bertahan Hidup di Tengah Kepungan Banjir di Pekanbaru

Sementara banjir di Kota Pekanbaru, misalnya di kawasan Panam dan Perumahan Witayu di Kecamatan Rumbai, tambah Edward, juga terjadi karena drainase serta tidak berfungsinya pintu air di Sungai Siak.

Di Sungai Siak sendiri, ada tiga pintu air. Di antaranya terletak di bawah jembatan Leighton dan sekitar Perumahan Witayu. Di perumahan tersebut pintu airnya tidak berfungsi sehingga air meluap ke perumahan.

"Ini yang tengah dicarikan solusinya, perbaikan pintu. Mudah-mudahan bisa teratasi," harap Edward. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: