Karhutla Riau Lahap 5.776,46 Ha Lahan, Status Siaga Dicabut

TrubusNews
M Syukur | Followers 0
29 Nov 2018   15:30

Komentar
Karhutla Riau Lahap 5.776,46 Ha Lahan, Status Siaga Dicabut

Karhutla di Riau (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi Riau mencabut status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 30 November 2018. Hal ini sudah disepakati dinas dan stakeholder terkait setelah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun di Pekanbaru.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger, BMKG memprakirakan hingga Januari 2019 Riau memasuki musim hujan. Curah hujan cukup tinggi hingga tahun berganti.

"Adapun status siaga Karhutla tahun ini sudah dua kali hingga akhir November, karena situasi memungkinkan makanya dicabut karena curah hujan cukup tinggi," kata Edward di kantor BBPD Riau di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru, Kamis (29/11/2018) siang.

Baca Lainnya: Waspada Karhutla, Sebagian Besar Wilayah Riau Sangat Mudah Terbakar

Dia menyebutkan, Riau sudah tiga tahun berturut-turut berhasil menanggulangi Karhutla. Kebakaran tetap terpantau hanya saja tidak sampai menyebabkan bencana asap seperti tahun 2015.

"Hattrick Riau tidak ada kabut asap, ini patut disyukuri," sebut Edward.

Dia menjelaskan, kebakaran di Riau sejak 14 Januari sampai 29 November 2018 sudah melumat 5.776,46 hektar lahan. Kebakaran merata terjadi di 12 kabupaten dan kota yang ada.

Kebakaran paling luas terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Berdasarkan data dari BPBD, kebakaran di sana sudah menghanguskan 1.985,35 hektar lahan. Berikutnya Kabupaten Kepulauan Meranti dengan total 963,56 hektar lahan terbakar.

Berikutnya Kabupaten Indragiri Hulu dan Bengkalis, masing-masing terjadi kebakaran lahan seluas 576 hektar lebih kurang. Kemudian Kota Dumai dengan 512,25 hektar, lalu Indragiri Hilir dengan 458 hektar dan Pelalawan 266,5 hektar.

"Paling kecil itu terjadi di Kuantan Singingi 2 hektar, Pekanbaru 52,6 hektar, Rokan Hulu 99 hektar, Kampar 127 hektar dan Siak 157 hektar," kata Edward.

Baca Lainnya: BMKG Riau Kembali Temukan 12 Titik Panas Rawan Karhutla

Menurut Edward, kebakaran biasanya terjadi karena pembukaan lahan untuk perkebunan. Kebakaran biasnya terjadi di lahan kosong ataupun yang sudah ditanami sawit dan ada unsur kesengajaan.

Oleh karena itu, sejak awal tahun 2018 sudah ada 35 pelaku ditangkap. Jumlah itu tersebar di berbagai kabupaten dan kota yang ada, di mana beberapa di antaranya sudah ada yang divonis bersalah.

"Penegakan hukum dilakukan oleh kepolisian," ucap Edward. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: