Aktivitas Merapi Meningkat, Warga di Lereng Gunung 'Cuek'

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
29 Nov 2018   12:46

Komentar
Aktivitas Merapi Meningkat, Warga di Lereng Gunung  'Cuek'

Gunung Merapi (Foto : ANTARA FOTO/)

Trubus.id -- Aktivitas Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang menunjukkan peningkatan, tidak memengaruhi masyarakat yang tinggal di lereng gunung teraktif tersebut. Hal tersebut disebabkan para warga  lebih siap dan memahami mitigasi bencana.

"Adanya peningkatan aktivitas Merapi dengan adanya guguran lava beberapa waktu terakhir ini tidak membuat warga panik atau resah, mereka tetap beraktivitas seperti biasa," kata Kepala Desa Glagaharjo, Cangkringan Suroto di Sleman, Kamis (29/11).

Menurut dia, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, seperti ke ladang dan mengurusi ternak, aktivitas perekonomian warga seperti di pasar tradisional juga tetap berlangsung seperti biasa.

Baca Lainnya: Empat Kali Terjadi Guguran Lava di Gunung Merapi, Status Waspada

"Warga Glagaharjo saat ini telah mempersiapkan diri lebih baik lagi, belajar dari erupsi Merapi 2010. Sedangkan kami dari pihak pemerintah desa juga tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi mengenai dampak erupsi Merapi," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah mempersiapkan dua titik kumpul di setiap dusun mulai dari Dusun Kalitengah Lor yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari puncak Merapi hingga Dusun Singlar. Total ada delapan titik kumpul untuk warga sebelum evakuasi.

"Masyarakat juga aktif ronda Merapi sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas warganya. Saat ini warga juga telah mengemas barang dan dokumen berharga pada satu tempat yang mudah dijangkau dan mudah membawanya saat terjadi bencana," katanya.

Kepala Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto mengatakan warga di daerahnya saat ini masih tenang-tenang saja namun tetap waspada.

Baca Lainnya: Mau Liburan ke Gunung Merapi, Ingat Pesan BNBP Sleman

"Tidak ada yang berubah aktivitasnya kendati sudah ada titik api diam di puncak Merapi," katanya.

Menurut dia, saat ini arahan dari instansi berwenang pemerintah adalah untuk menghindari radius tiga kilometer dari puncak Merapi.

"Sedangkan warga di lereng Merapi maksimal beraktivitas di sekitaran `bunker` Kaliadem yang berjarak sekitar 4,5 kilometer hingga lima kilometer. Ditambah untuk lelehan lava pijar saat ini belum mencapai jarak melebihi rekomendasi. Sehingga masih aman," katanya.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Timur Bambang Sugeng menyatakan tidak ada pengaruh dari peristiwa guguran lava pijar Merapi beberapa hari ini.

"Semua masih beraktivitas normal seperti biasa, juga tidak ada penurunan jumlah wisatawan," katanya 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: