Norwegia Ubah Bangkai Ikan jadi Bahan Bakar Kapal, Seperti Apa? 

TrubusNews
Ayu Setyowati
29 Nov 2018   10:30 WIB

Komentar
Norwegia Ubah Bangkai Ikan jadi Bahan Bakar Kapal, Seperti Apa? 

Kapal, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dalam upaya untuk menciptakan liburan yang lebih ramah lingkungan, operator pelayaran Norwegia Hurtigruten berencana untuk menggerakkan kapal-kapalnya menggunakan ikan mati. Ya, ikan mati. 

Tidak, bukan berarti pelayaran Norwegia akan berfungsi ganda sebagai kapal penangkap ikan komersial; ikan yang mati berasal dari industri perikanan yang produktif di Norwegia, bukan sebagai produk sampingan dari industri pelayaran. Tetapi ini adalah rencana ambisius untuk memanfaatkan sisa makanan dan memotong biaya pengiriman industri perikanan agar lebih efisien.

Baca Lainnya: Keren, Ada Toilet yang Bisa Ubah Kotoran Jadi Bahan Bakar Gas

Jadi bagaimana ikan mati bisa diubah menjadi bahan bakar? Seperti dilaporkan Phys.org, sampah organik apa pun dapat dicampur untuk menghasilkan sejenis bahan bakar yang dikenal sebagai biogas, yang sebagian besar merupakan campuran gas metana dan karbon dioksida. Jika kedengarannya bau, itu bukan hanya karena ikan yang mati. Biogas juga dapat memiliki hidrogen sulfida dalam jumlah kecil, yang dapat memberikan bau telur busuk.

Tapi jangan khawatir, baunya tidak akan dibuang dari knalpot kapal pesiar. Karena bahan baku dalam biogas dapat dimurnikan, yang menciptakan biogas cair.

Baca Lainnya: Di Purworejo, Biogas Kotoran Sapi Jadi Bahan Bakar Untuk Masak

"Apa yang dilihat orang lain sebagai masalah, kita lihat sebagai sumber daya dan solusi," kata Daniel Skjeldam, kepala eksekutif Hurtigruten. "Dengan memperkenalkan biogas sebagai bahan bakar untuk kapal pesiar, Hurtigruten akan menjadi perusahaan pelayaran pertama yang menggerakkan kapal dengan bahan bakar bebas fosil."

Biogas tentu lebih bersih daripada minyak berat, tetapi tidak benar-benar netral karbon. Karbon dioksida dilepaskan ketika biogas dibakar. Jadi sementara rencana itu mungkin cara kreatif memanfaatkan limbah organik, serta membantu untuk keluar dari bahan bakar fosil. Kudos to Hurtigruten untuk berpikir out of the box. Paling tidak satu langkah lagi ke arah yang lebih baik.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: