LIPI: Kerusakan Terumbu Karang Bukan Disebabkan Perdagangan

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Nov 2018   17:30 WIB

Komentar
LIPI:  Kerusakan Terumbu Karang Bukan Disebabkan Perdagangan

Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dirhamsyah, salah satu penyebab kerusakan terumbu karang adalah perubahan iklim.

"Penyebab kerusakan karang utama bukan dari perdagangan. Tapi penyebab utamanya adalah masih maraknya pengeboman," tegas Dirhamsyah saat ditemui di Graha Widya LIPI, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).

Lebih lanjut Dirhamsyah mengungkapkan, kategori terumbu karang sangat baik meningkat karena sudah ada peningkatan kesadaran pelestarian. Tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem terumbu karang.

Baca Lainnya: LIPI Ungkap Kondisi Terkini Terumbu Karang Indonesia, Seperti Apa?

Sementara itu, Direktur Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (AKKI) Dirga Adhi Putra Singkaru mengungkapkan, jumlah karang yang sangat baik sudah sejak 1993 sampai 2018 sebesar 6 persen. Terjadi tren karang yang semakin buruk naik, tapi terjadi tren karang yang semakin baik juga meningkat.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Dr. Dirhamsyah.

"Sejak 1993 kondisi karang yang sangat baik hanya 6 persen. Tapi jika dilihat saat ini luasan terumbu karang 6 persen pada tahun 1993 sama 2018 pasti jauh berbeda," ucapnya.

Terumbu karang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tapi rentang terhadap kerusakan, serta membutuhkan waktu yang lama dan perlakuan khusus untuk mengembalikan terumbu karang seperti semula.

Baca Lainnya: Tikus Ternyata Berperan pada Hancurnya Terumbu Karang, Kok Bisa?

Berdasarkan hasil pemetaan 2018 dan data sampai 2017, beberapa lokasi seperti di Nias, kesehatan terumbu karang kurang karena perairan agak keruh, Raja Ampat juga kurang bagus dan Wakatobi yang tinggi karena tutupan karangnya bagus.

Peneliti lain dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Suharsono menjelaskan, bahwa Indonesia merupakan pusat dari ekosistem terumbu karang, khususnya Indonesia bagian tengah.

"Di Australia nggak ada kerusakan yang disebabkan manusia, hanya karena kegiatan pariwisata. Bleaching hanya terjadi di Indonesia Barat, sementara Indonesia Timur tidak pernah kena karena terdapat arus lintas Indonesia yang bisa menjaga karang," sebut Suharsono. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: