Gubernur DKI Akan Bangun Tanggul di Lokasi Longsor Kalisari

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
27 Nov 2018   18:30

Komentar
Gubernur DKI Akan Bangun Tanggul di Lokasi Longsor Kalisari

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau lokasi longsor di Kalisari, Jakarta Timur. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Bencana longsor terjadi di lingkungan RT 007/05, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/11) kemarin. Pascabencana, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan langsung meninjau lokasi terdampak.

Anies kemudian langsung menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani bencana ini. Dikatakan Anies, langkah pertama yang akan dilakukan yakni pengamanan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Yang kita lakukan sekarang, nomor satu adalah pengamanan dan mengamankan warga yang ada di sini. Sehingga Bina Marga akan melakukan perbaikan tanggulnya,” terang Anies saat meninjau lokasi longsor di Jakarta Timur, Selasa (27/11).

Baca Lainnya : Tanah Longsor di Ancol, Ini Solusi Gubernur Anies Baswedan 

Langkah kedua, pihaknya akan membangun tanggul (turap) di wilayah tersebut. Pembangunan turap diproyeksikan dalam waktu satu bulan ke depan. Semua tanggul, nantinya akan dilakukan pengecekan kekuatan dan dipastikan tidak ada yang bermasalah.

Kemudian, pihaknya akan melakukan review dan audit rumah-rumah yang berada di pinggir tanggul. Bila wilayah itu adalah tempat yang berisiko, maka bangunan-bangunan itu, kata dia, harus dibongkar.

“Kalau tidak maka berisiko sekali. Jadi yang tinggal di situ memiliki pilihan. Pilihannya adalah kejadian seperti ini, atau cari tempat lain yang lebih aman,” ujar Anies.

Baca Lainnya : Pemerintah Siapkan Anggaran Bencana Banjir dan Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Pihaknya juga akan membuat pondasi di tempat-tempat yang tidak boleh ada bangunan. Sebab, diketahui, wilayah bagian atas adalah lahan hijau yang sebenarnya tak boleh dilakukan pembangunan. 

Menurutnya, hal yang sulit adalah pemasangan turap kembali. Hal ini karena turap bukanlah struktur yang dapat menahan dinding dan tanah di atasnya.

“Ini seperti pelapis saja, ada tanah yang lebih tinggi eh lebih rendah. Terus disampingnya ada pelapisnya tapi tidak memiliki kekuatan untuk menahan. Jadi, saat ada tekanan air yang terus menerus. Lama-lama ya jebol,” pungkasnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: