Selama 2018, Panen Tebu Turun 30 Persen Akibat Kemarau

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
27 Nov 2018   14:30

Komentar
Selama 2018, Panen Tebu Turun 30 Persen Akibat Kemarau

Perkebunan tebu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PTPN X menyatakan produksi tebu dari hasil panen pada tahun 2018 relatif berkurang akibat kemarau panjang.

"Penyebabnya beragam, misalnya cuaca kering. Dari bibit baik, tapi ketika mau giling karena faktor cuaca, produksi turun sekitar 30 persen," kata Ketua DPD APTRI PTPN X, Makanya ubin di Kediri. 

Ia mengatakan, kemarau pada tahun ini relatif panjang. Para petani juga tidak dapat berbuat banyak, karena kejadian alam.

Baca Lainnya: Gapai Swasemba Gula, Kementan Dorong Plasma Perkebunan Tebu

Namun, dirinya menyebutkan bahwa saat ini rendemen tebu para petani di wilayah PTPN X masih cukup bagus di atas 8, misalnya ada yang 8,45 hingga 8,50.

Pihaknya juga menyadari saat ini kebutuhan gula di dalam negeri hingga 5,7 juta ton dan hingga kini belum tercukupi dari produksi dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan masih kurang, pemerintah juga melakukan impor gula. Namun, DPD APTRI PTPN X berharap pemerintah juga memperhatikan kerugian yang diderita para petani tebu lokal.

Terkait dengan harga gula saat ini, Mubin menyebut masih relatif bagus. Pemerintah lewat Bulog telah melakukan pembelian gula dengan harga Rp9.700 per kilogram, lebih tinggi ketimbang di pasar yang saat ini antara Rp9.000 hingga Rp9.100 per kilogram.

Baca Lainnya: Selain Distribusikan Benih, Kementan Juga Beri Bimbingan Gratis ke Petani

Mubin juga berharap, ada kemudahan fasilitas untuk kebutuhan pupuk  dan berbagai kebijakan yang pro pada petani.

"Sekarang ini pakai sistem mekanisasi, terkondisikan. Tinggal sekarang kebijakan pemerintah, memfasilitasi bagaimana kebutuhan pupuk, sehingga kami mau efisien, tepat waktu, tepat guna untuk memperkecil produksi. Ketepatan waktu jika (biaya operasional) hanya 50 persen sudah cukup, jika tidak bisa butuh biaya besar, misalnya untuk obat rumput," kata Mubin.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: