Empat Kali Terjadi Guguran Lava di Gunung Merapi, Status Waspada

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Nov 2018   09:30 WIB

Komentar
Empat Kali Terjadi Guguran Lava di Gunung Merapi, Status Waspada

Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guguran lava di Gunung merapi kembali terjadi beberapa hari terakhir. Menurut Balai Penyelidikan dan Penelitian Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, guguran lava di Gunung Merapi terjadi empat kali dengan jarak luncur sejauh 300 meter.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani. Ia menjelaskan, guguran lava terjadi karena adanya pertumbuhan kubah lava. Pertumbuhan kubah lava itu telah mencapai batas permukaan kubah lava.

"Guguran lava terjadi akibat pertumbuhan kubah lava yang sudah mencapai batas permukaan kubah lava 2010 hampir di semua arah termasuk pada arah bukaan kawah. Hal ini memungkinkan guguran material kubah langsung meluncur ke luar kawah seperti yang terjadi beberapa hari lalu," terang Kasbani di Kantor BPPTKG, Selasa (27/11).

Baca Lainnya: Mau Liburan ke Gunung Merapi, Ingat Pesan BNBP Sleman

Menurutnya empat kali guguran lava terlihat mengarah ke bukaan kawah hulu Kali Gendol. Guguran lava dengan jarak luncur terjauh 300 meter ini teramati terjadi Senin (26/11) sekitar pukul 19.05 WIB.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, pertumbuhan kubah lava terus terjadi di Gunung Merapi. Meskipun terus bertumbuh tetapi relatif lebih kecil dibandingkan pertumbuhan lava saat erupsi pada 2010 lalu.

"Pertumbuhan kubah lava yang ada di atas jumlahnya masih relatif kecil dibandingkan volume kawahnya. Rata-rata 3000 meter perkubik setiap harinya. Saat ini kondisi kubah lava juga masih simetris dan stabil dengan volume kawahnya yang mencapai sekitar 10 juta meter kubik," terangnya kembali.

Baca Lainnya: Tipisnya Sumbat Magma, Penyebab Gunung Merapi Sering Mengalami Letusan Freatik

Meski terjadi guguran lava dikatakan Kasbani sampai saat ini status Gunung Merapi masih berstatus Waspada (level 2). Lebih lanjut ia mengungkapkan, kegiatan masih diperbolehkan di sekitar Gunung Merapi dengan radius tiga kilometer dari puncak.

Meski begitu, ia mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III agar terus mengikuti informasi pertumbuhan kubah dan guguran lava.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: