Dalam 4 Tahun, Kementan Sukses Tingkatkan SDM Pertanian Indonesia

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
26 Nov 2018   21:00

Komentar
Dalam 4 Tahun, Kementan Sukses Tingkatkan SDM Pertanian Indonesia

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, Momon Rusmono. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Salah satu program prioritas utama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing demi mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Momon Rusmono. Momon mengatakan, salah satu program yang kini telah diwujudkan adalah program Peningkatan Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian serta mendorong program Pendidikan Pertanian. Program tersebut dijabarkan melalui aksi Regenerasi Petani dam Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT). 

“Peningkatan signifikan terlihat dari total 977 lulusan sejak 2011 sampai 2014 menjadi 2.026 lulusan yang tercatat dari tahun 2015-2018 di Sekolah tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) yang kini bertransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN),” terang Momom saat melakukan Konferensi Pers di kantor Kementan, Senin (26/11).

Baca Lainnya : Percepat Pembangunan Pertanian 2019, Kementan Siapkan Rp 1,9 Triliun 

Lebih lanjut dikatakan Momon, BPPSDMP juga memperkuat kelembagaan penyuluhan pertanian di desa/kelurahan seluruh Indonesia. Bahkan saat ini menurutnya, minat generasi muda yang ingin belajar di sektor pertanian turut meningkat sebanyak 12 kali lipat atau 1.237 persen yaitu dari 980 pendaftar di tahun 2013 menjadi 13.111 pendaftar di POLBANGTAN pada tahun 2018.

Kondisi ini terjadi karena adanya transformasi STPP menjadi POLBANGTAN yang didesign untuk mencetak milenial tani profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memiliki sertifikasi internasional untuk dapat bekerja di perusahaan Multinasional.

“Kewirausahaan muda tani juga turut meningkat hingga 103 persen dari 500 kelompok Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) di tahun 2016 menjadi 1.013 kelompok PWMP di 2018. POLBANGTAN berhasil mencetak milyarder-milyarder tani muda," terang Momon.

Sementara itu, pada sektor pelatihan pertanian dikatakan Momon, juga terjadi peningkatan signifikan hingga 289 persen dari 25.108 tenaga pada tahun 2014 menjadi total 97.846 tenaga terlatih pada tahun 2018. Tenaga SDM Pertanian profesional yang tersertifikasi juga meningkat tajam hingga 274 perse dari total 2.380 pada 2011-2014 menjadi 8.904 pada rentang waktu 2015 hingga 2018.

Baca Lainnya : Kementan Pangkas Proses Perizinan, Investasi Pertanian di Indonesia Melonjak

“Perubahan signifikan ini dikarenakan BPPSDMP Kementan meningkatkan sertifikasi kompetensi dari hanya 3 sertifikasi kompentensi menjadi 21 sertifikasi kompetensi di tahun 2015-2018,” terangnya kembali.

Sementara itu, pada bidang penyuluhan pertanua, pihaknya menjelaskan, terdapat 75,8 persen kenaikan pada penambahan dan pengembangan kelompok tani hingga berjumlah 586.680 Kelompok Tani pada tahun 2018 dibanding tahun 2014 yang hanya berjumlah 322.390 Kelompok Tani.

Dikatakan Momon kedepannya peningkatan Kinerja BPPSDMP Kementan akan terus mencetak SDM Pertanian yang Mandiri, Profesional dan Berdaya Saing terutama di pengelolaan rawa yang berbasis Korporasi Petani dalam program Selamatkan Rawa Sehjahterakan Petani (SERASI). Program Serasi akan memilih enam provinsi yang memiliki optimalisasi lahan seluas 400.000 hektare. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: