Untungkan Negara Lain, Susi Minta Nelayan Berhenti Tangkap Benur

TrubusNews
Binsar Marulitua
25 Nov 2018   10:00 WIB

Komentar
Untungkan Negara Lain, Susi Minta Nelayan Berhenti Tangkap Benur

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. (Foto : Trubus.id/ Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti meminta nelayan di Kabupaten Jember menghentikan penangkapan benur atau benih lobster. Hal tersebut seiring dengan maraknya penangkapan benur di perairan Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Dulu saya juga pedagang lobster ekspor dan dapat kiriman lobster dari Pak Nardi di Puger, bahkan satu hari bisa mendapat kiriman lobster 5 kuintal dengan ukuran lobster yang cukup besar," katanya saat menghadiri Kongres Nelayan yang digelar di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (24/11).

Baca Lainnya : Pelabuhan Rakyat di Riau Banyak Dijadikan Pintu Keluar Benih Lobster Indonesia

Selain Jember, lanjut dia, pihaknya juga mendapat kiriman lobster dengan ukuran yang cukup besar dari Kabupaten Pacitan dan Popoh, Tulungagung. Bahkan, sehari ia bisa mendapatkan kiriman sebanyak 1 ton karena jumlah lobster ukuran besar di perairan tersebut masih cukup banyak.

"Saat ini sudah tidak ada lagi katanya, namun yang dijual justru benih lobster atau benur. Penjualan benur ke luar negeri justru merugikan para nelayan sendiri karena harganya lebih murah," katanya.

Ia menjelaskan, harga benur yang dijual di pasaran sekitar Rp35 ribu per kilogram, kemudian para pedagang di luar negeri memeliharanya hingga berukuran 8 ons, sehingga harga jualnya lebih tinggi.

Baca Lainnya : Harga Benih Lobster Melangit, Penyelundupan Marak

"Saya ini pelaku dan pembeli lobster, jadi tahu sekali. Kalau kecil-kecil diambil maka habis nanti lobster di perairan Indonesia, jadi yang rugi ya nelayan sendiri," ucapnya.

Susi mengatakan Vietnam tidak memiliki lobster, namun saat ini ekspornya mencapai 30.000 ton. Hal tersebut terkait dengan masih maraknya perdagangan benur di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember.

Terlebih, benur-benur tersebut diperdagangkan ke luar negeri dengan harga yang cukup murah berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. "Padahal dulu saat saya menjadi pedagang lobster, pernah mendapatkan kiriman 30 ton sebulan dari Kecamatan Puger," katanya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: