Waspada Level II, Warga Lereng Gunung Merapi Harus Jauhi Radius Bahaya

TrubusNews
Syahroni
25 Nov 2018   06:00 WIB

Komentar
Waspada Level II, Warga Lereng Gunung Merapi Harus Jauhi Radius Bahaya

Gunung Merapi, Jawa Tengah. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Melalui akun twitter resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Kementerian ESDM melarang penduduk di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah untuk berada di dalam radius 3 Km dari puncak gunung tersebut.

"Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk," demikian imbauan BPPTKG seperti disampaikan lewat akun Twitter-nya, Sabtu (24/11).

Baca Lainnya : Rekahan Kawah Semakin Lebar, Erupsi Gunung Merapi Bisa Mengarah ke Selatan

BPPTKG sendiri telah menetapkan Gunung Merapi dalam status waspada (level 2). Status waspada ini disampaikan seiring dengan pertumbuhan kubah lava. Guguran lava mulai terjadi pada Kamis (22/11) yang dominan mengarah ke barat laut dalam area kawah.

Posisi kubah lava saat ini masih stabil. Volume kubah lava pada 21 November 2018 yaitu 308.000 meter kubik. Laju pertumbuhan dalam kategori rendah yaitu 2.600 meter kubik per hari. Namun guguran lava kembali terjadi pada Jumat (23/11) malam. Terjadi empat kali guguran lava mengarah ke bukaan kawah, hulu Kali Gendol.

"Jarak luncur guguran maksimal 300 meter terjadi pada pukul 19.05 WIB. Intensitas guguran rendah dengan potensi material yang kecil sehingga belum membahayakan penduduk," kata BPPTKG.

Baca Lainnya : Material Kubah Gunung Merapi Tumbuh 4.500 Meter Kubik per Hari

Meski demikian, masyarakat sekitar lereng diimbau tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di jarak aman yang telah ditentukan sesuai dengan status Gunung Merapi saat ini.

"Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana III diimbau untuk terus mengikuti informasi pertumbuhan dan guguran lava," tulis BPPTKG lagi. [RN]

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: