Stok Melimpah, Harga Kelapa di Lampung Selatan Langsung Anjlok

TrubusNews
Syahroni
24 Nov 2018   21:00 WIB

Komentar
Stok Melimpah, Harga Kelapa di Lampung Selatan Langsung Anjlok

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sejak 2 bulan terakhir, petani kelapa di Lampung Selatan tengah resah. Harga jual komoditas kelapa hasil mereka yang jadi penyebabnya. Yah, harga jual kelapa di wilayah itu terus menurun sejak bulan September silam.

Mat Supi, seorang pedagang kelapa di Jalinsum, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, anjloknya harga kelapa karena hasil panen yang melimpah dari sejumlah kebun milik petani. Kisaran penurunan harga kelapa mencapai Rp900 hingga Rp1.000 per butir di tingkat petani.

Baca Lainnya : Tak Hanya Kelapa, Sulut Juga Ekspor Pala ke Mancanegara

Menurutnya, empat bulan sebelumnya, saat memasuki musim kemarau, harga kelapa masih berkisar Rp1.000 untuk kelapa kualitas biasa. Kini harga kelapa dengan kualitas yang sama dibeli dengan harga Rp750 per butir. Kelapa kualitas sedang semula dibeli Rp1.500, kini dibeli Rp1.200 per butir, dan kelapa kualitas super semula Rp2.000 dibeli dengan harga Rp1.800 per butir.

Dia mengambahkan, di sejumlah pengepul, stok kopra sangat melimpah dan sebagian belum dikirim ke Pulau Jawa. Sekali pengiriman kelapa untuk bahan bumbu, Mat Supi biasa mengirim sekitar 10.000 butir untuk wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta. Selain kelapa, ia juga mengirim komoditas pertanian lain berupa nangka, sayur, pisang, petai serta berbagai jenis buah-buahan.

“Petani dan pengepul sama-sama mengikuti hukum pasar, di mana pasokan barang melimpah sementara permintaan menurun atau stabil, harga akan anjlok. Pada bulan November ini stok kelapa sangat melimpah, sehingga harga anjlok,” terang Mat Supi, Sabtu (24/11).

Pedagang hasil pertanian lainnya, Sudirman, juga mengakui, jika anjloknya harga kopra karena terpengaruh panen yang melimpah. Sebelumnya saat musim kemarau dengan produksi yang menurun, harga kelapa lebih tinggi. Sejumlah kelapa yang tidak masuk dalam ukuran untuk dijual sebagai kelapa bumbu, disiasati Sudirman dengan membuatnya menjadi kopra.

Baca Lainnya : Sulut Kembali Ekspor Ratusan Ton Tepung Kelapa ke China

Meski demikian, ia mengaku kopra kering sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng juga sedang anjlok. Kopra yang sudah kering sebelumnya pernah mencapai harga Rp9.000 per kilogram, kini anjlok pada harga Rp3.800 per kilogram.

Selain faktor melimpahnya bahan baku, tibanya musim hujan membuat proses penjemuran alami memakai sinar matahari terganggu. Imbasnya kualitas kopra lebih menurun, karena sebagian dikeringkan melalui proses pengasapan. Kopra yang anjlok terpaksa disimpan pada karung khusus di ruangan yang kering sembari menunggu harga membaik.

“Hujan yang kerap turun tiba-tiba, membuat pengeringan kopra lebih lambat dan terkadang berjamur, dan kualitasnya lebih rendah dibanding saat kemarau,” beber Sudirman. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: