Buntut Temuan Bangkai Paus di Wakatobi, Wapres Akan Perketat Pemakaian Plastik

TrubusNews
Syahroni
24 Nov 2018   18:00 WIB

Komentar
Buntut Temuan Bangkai Paus di Wakatobi, Wapres Akan Perketat Pemakaian Plastik

sampah plastik seberat hampir 6 kg ditemukan dalam perut bangkai paus yang ditemukan di Wakatobi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Temuan mengejutkan diperoleh peneliti dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam Wakatobi usai ditemukan bangkai paus sprema di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, belum lama ini. Yah, dalam perut ikan paus berukuran 9,6 meter tersebut, ditemukan sekitar 5,9 kilogram sampah plastik.

Sampah-sampah plastik mulai dari tambang hingga sandal jepit itulah yang diduga menjadi penyebab kematian mamalia laut raksasa itu. 

Baca Lainnya : Astaga, Ada Gelas Hingga Sandal Jepit di Perut Paus yang Mati di Wakatobi

Terkait itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) mengaku prihatin atas tragedi ini. Pemerintah melalui Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan telah lama mensosialisasikan pembersihan pantai dari kotoran plastik. Namun, sayangnya sampai saat ini plastik masih banyak bertebaran di laut.

"Kan sudah sering, khususnya Pak Luhut berbicara tentang perlunya pembersihan pantai-pantai dari kotoran-kotoran khususnya plastik," ujar JK di kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (23/11).

JK juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyusun peraturan pemakaian plastik di Indonesia. Hal ini ditujukan agar sampah plastik tidak terlalu banyak mencemari lautan sehingga kejadian paus menelan sampah tidak terulang.

Baca Lainnya : TN Wakatobi Belum Pastikan Penyebab Kematian Paus dengan Banyak Sampah dalam Tubuhnya

"Sudah ada perencanaannya untuk tindakannya apa, termasuk juga insentif dan disinsentif pemakaian plastik," imbuhnya.

Nantinya juga akan ada sanksi bagi setiap pelanggaran pemakaian plastik. Dengan ini diharapkan limbah plastik di Indonesia bisa berkurang. Dan ekosistem laut tidak rusak. "Sedang dibahas ini apa sanksinya bagaimana tahapannya, teknologi apa yang dipakai," pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: