Australia Mulai Manfaatkan Gelombang Pasang Laut Sebagai Sumber Energi Baru

TrubusNews
Syahroni
24 Nov 2018   15:00 WIB

Komentar
Australia Mulai Manfaatkan Gelombang Pasang Laut Sebagai Sumber Energi Baru

Turbin yang memanfaatkan pasang surut air laut untuk menghasilkan energi. (Foto : ABC News)

Trubus.id -- Hampir seluruh negara di dunia kini tengah berlomba berinovasi untuk mencari sumber energi alternatif terbarukan. Upaya itu juga sudah sejak lama dilakukan Australia. Bahkan kini, negara tersebut sudah berhasil mengukuhkan diri sebagai negara terkemuka di sektor sumber energi kelautan.

Yah, inovasi sumber energi kelautan yang belum lama ini dilakukan adalah dengan pemasangan turbin pasang surut air laut yang dipasang di Queensland. Turbin ini pun sudah siap untuk memasok energi ke jaringan listrik di negara kangguru itu.

Sebelumnya, perusahaan-perusahaan di negara tersebut memang telah berlomba-lomba berusaha menemukan cara murah memanfaatkan gelombang pasang surut. Mereka mengujicobakan berbagai prototipe turbin pembangkit listrik di Tasmania, Sydney, dan bahkan di Jepang. Namun baru dalam konferensi kelautan di Perth pekan ini terungkap, turbin pasang surut air laut mereka ternyata sudah dipasang untuk pertama kalinya di Gladstone Port.

Baca Lainnya : Kondisi Geografi Indonesia jadi Tantangan Transisi Energi Terbarukan

Seperti dikutip dari ABS News, Douglas Hunt dari MAKO, perusahaan yang mengelola turbin tersebut mengatakan, pantai-pantai di Australia banyak memiliki tiang dan dermaga sehingga sangat mendukung pembangkit listrik pasang surut.

"Penyimpanan baterai hanya perlu memperhitungkan ketersediaan waktu empat hingga enam jam tanpa listrik sebelum gelombang pasang berikutnya datang dan kembali mengisi baterai," jelasnya.

Hunt mengaku fokus perusahaannya saat ini adalah negara-negara di Asia Tenggara. "Kami melihatnya sebagai pasar yang sangat besar," katanya.

Arus pasang surut yang dapat diprediksi menjadi kelebihan sistem ini. Kasawan pelabuhan dengan koneksi jaringan listrik dianggap sangat ideal sebagai lokasi pemasangannya. Percobaan yang dilakukan di Gladstone tersebut baru memasang satu turbin, namun pihak Gladstone Ports Corporation berencana memasang lebih banyak lagi.

CEO Gladstone Ports Peter O'Sullivan mengatakan prinsip turbin ini seperti baling-baling. "Diameternya sekitar dua meter," katanya. "Ketika arus bergerak melalui pelabuhan baling-baling ini bergerak seperti turbin lainnya... sehingga menghasilkan listrik," jelas O'Sullivan.

Listrik tersebut lalu ditransfer melalui kabel ke ke penyedia listrik untuk didistribusikan ke jaringan setempat. Dia berharap dapat terus menambah jumlah turbin. "Kami tahu seberapa kecepatan air bergerak melalui pelabuhan dan tahu seberapa besar daya listrik yang akan dihasilkan," jelas O'Sullivan.

Baca Lainnya : Turbin Angin 'Bola Voli', Solusi Energi Hijau di Perkotaan

Pembangkit listrik tenaga pasang surut, kata O'Sullivan, berbeda dengan pembangkit ramah lingkungan lainnya. Sebab pembangkit tenaga surya dan angin misalnya yang banyak dipengaruhi faktor gangguan cuaca. Sementara pembangkit tenaga pasang surut bisa diprediksi setiap hari dalam setahun berapa besar energi yang akan dihasilkan.

O'Sullivan menjelaskan turbin ukuran 2-meter menghasilkan daya listrik untuk kebutuhan satu rumah tangga setiap hari. Pemasangannya pun murah dan bisa memanfaatkan infrastruktur yang ada. Menurut Dr Irene Penesis dari University of Tasmania, turbin 1 megawatt dapat memasok listrik untuk 600 hingga 800 rumah tangga. Dr Penesis mengatakan rencananya pembangunan pembangkit ini bukan sekadar di daerah pelabuhan melainkan ke lokasi terpencil yang mengalami isu kekurangan listrik.

Ujicoba di Gladstone masih terus dipantau terkait dampak lingkungan yang mungkin ditimbulkannya. "Sejauh ini belum ada bukti mengenai dampak negatif pada kehidupan laut," kata Dr Penesis.[RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: