Modernisasi Pertanian Tingkatkan Efisiensi Produksi Hingga 48 Persen

TrubusNews
Syahroni
23 Nov 2018   18:30 WIB

Komentar
Modernisasi Pertanian Tingkatkan Efisiensi Produksi Hingga 48 Persen

Dirjen PSP Kementan, Pending Dadih Permana memaparkan Kinerja 4 Tahun Direktorat Jenderal PSP pada program “Bincang Asyik Pertanian Indonesia (BAKPIA)”, di Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).    (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman terus mendorong modernisasi di sektor pertanian dengan menyediakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha tani antara 35 hingga 48 persen. 

Hal itu sendiri diungkapkan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Pending Dadih Permana, saat melakukan paparan Kinerja Empat Tahun Direktorat Jenderal PSP pada program “Bincang Asyik Pertanian Indonesia (BAKPIA)”, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan (23/11).   

Kementan mendorong modernisasi pada kegiatan budidaya pertanian secara keseluruhan, meliputi kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemanenan, dan pengolahan hasil pertanian.  Langkah ini dipercaya dapat mengatasi persoalan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian dan juga turut meningkatkan pendapatan petani.

Baca Lainnya : Berkat Alsintan Bantuan Pemerintah, Luas Tanam Padi di NTT Terus Meningkat

“Saat ini ada kecenderungan secara global, tidak hanya di Indonesia, tenaga kerja pertanian berkurang, minat generasi muda juga semakin menurun. Tentunya kita harus genjot modernisasi pertanian,” tandas Pending.

Dalam upaya pengembangan mekanisasi pertanian, Kementan melalui Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan alsintan sekitar 350 ribu unit. Bantuan tersebut terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, chopper, cultivator, excavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung, dan alat tanam jagung semi manual.

“Bantuan ada yang langsung diberikan ke kelompok tani, ada juga yang ditempatkan di dinas pertanian untuk dimanfaatkan dalam program brigade alsintan,” sebut Pending. 

Gerakan modernisasi pertanian juga turut merambah lahan rawa. Berdasarakan data dari Pusdata Daerah Rawa dan Pasang Surut, Indonesia memiliki potensi lahan rawa 33,4 juta ha yang terdiri dari lahan pasang surut 20,1 juta hektar dan rawa lebak 13,3 juta hektar.  Dari jumlah tersebut, Pending menyebutkan seluas 9,3 juta ha diperkirakan sesuai untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya pertanian.

Baca Lainnya : Direktur Alsintan yang Baru Dituntut Optimalkan Alsintan di Lahan Rawa

“Potensi lahan rawa di Indonesia yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif tergolong sangat luas. Apabila potensi ini dapat dikelola dengan intensif dan memanfaatkan teknologi tepat, maka lahan rawa bisa menjadi alternatif yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional pada masa mendatang,” tuturnya. 

Selama empat tahun terakhir, Kebijakan dan Program Ditjen PSP difokuskan untuk mendukung pembangunan empat sub sektor komoditas pertanian, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Dukungan tersebut diimplementasikan dalam bentuk kegiatan pengelolaan air, pengembangan sistem pembiayaan usaha pertanian, pengembangan sistem mekanisasi pertanian, fasilitasi pupuk bersubsidi, serta perluasan dan perlindungan lahan.

“Kita akan terus mendukung tercapainya kedaulatan pangan nasional,” tutup Pending. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: