Cegah Anjloknya Harga Bawang, Kementan Kelola Tata Tanam 2019

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
23 Nov 2018   18:00

Komentar
Cegah Anjloknya Harga Bawang, Kementan Kelola Tata Tanam 2019

Panen bawang merah yang tertata bisa menghindarkan petani dari kerugian karena harga yang turun. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Melimpahnya produksi bawang merah dan cabai beberapa bulan terakhir bak pisau bermata dua. Di satu sisi, fenomena ini membuat pasokan kedua komoditas tadi melimpah di pasaran. Namun di sisi lain, dampak melimpahnya bawang merah dan cabai juga membuat harga keduanya menurun tajam.

Kondisi ini jelas mendapat perhatian serius dari pemerintah. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) langsung mengambil langkah untuk menanganinya. Perwakilan seluruh Dinas Pertanian Provinsi se Indonesia dikumpulkan di Hotel Lorin, Sentul Bogor, Jawa Barat. Di sini, Ditjen Hortikultura Kementan mengevaluasi pola tanam tahun 2018 sekaligus menata kembali target tanam aneka cabai dan bawang tahun 2019 di wilayah masing-masing.

"Satu sisi kita bersyukur pasokan bawang dan cabai melimpah. Namun di sisi lain kita juga harus terus mencari cara agar harga di tingkat petani tetap menguntungkan", demikian disampaikan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, di Bogor (21/11).

Baca Lainnya : Demak Siap Penuhi Kebutuhan Bawang Merah Saat Natal dan Tahun Baru 2019

Ia mengatakan, sebenarnya urusan cabai dan bawang merah dari sisi pasokan sudah nyaris selesai. Hal yang perlu dilakukan kini adalah menjaga stabilitasnya.

"Penataan pola tanam berbasis kebutuhan adalah kuncinya. Masing-masing dinas harus concern dan tau berapa sesungguhnya kebutuhan bawang dan cabai di daerahnya agar bisa dipetakan kebutuhan tanamnya", ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto memaparkan metode pengaturan pola tanam berbasis kebutuhan.

"Semangat stabilisasi pasokan dan harga adalah bagaimana mengamankan semangat petani bawang dan cabai agar bisa terus menanam dan memperoleh keuntungan dari usaha tani yang digelutinya. Tentu ini harus diatur. Caranya dengan menyeimbangkan antara kebutuhan konsumsi dengan produksinya", ujar pria yang akrab dipanggil Anton tersebut.

Ia mengatakan, produksi yang berlebihan justru akan memukul balik petani karena harga jatuh. Dengan prinsip produksi berbasis kebutuhan (production based on need), maka luas tanam perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan yang meliputi konsumsi langsung, hotel restoran katering, industri, benih, ekspor dan angka susutnya.

“Metode ini lebih realistis dibanding memaksakan tanam di sentra-sentra tertentu. Selain itu juga dapat memetakan dengan lebih gamblang daerah mana saja yang masih mengalami kekurangan (shortage) sehingga perlu ditambah areal tanamnya. Untuk daerah sentra yang surplus harus diperjelas peta distribusinya”, terang Anton.

Baca Lainnya : Biar Harga Tidak Jatuh Lagi, ABMI Minta Bulog Serap Bawang Merah Petani

Anton menjelaskan bahwa metode baru ini perlu didukung oleh asumsi-asumsi yang akurat dengan rujukan yang jelas sumbernya. Anton menambahkan bahwa pada tahun 2019 luas panen nasional untuk Cabai Besar ditargetkan 113.551 Ha, Cabai Rawit 103.169 Ha, Bawang Merah 157.330 Ha, Kentang 73.651 Ha dan Wortel 27.047 Ha.Target nasional itu kemudian dirinci ke tingkat Propinsi sampai dengan Kabupaten. Target tersebut akan “dibebankan” ke masing-masing wilayah dengan disesuaikan dengan kebutuhan lokal, pola tanam, jalur distribusi yang telah ada, SDM petani, dan potensi wilayah yang ada. 

“Terkait alokasi bantuan APBN, Ditjen Hortikultura akan memprioritaskan dukungan ke daerah-daerah yang masih minus produksinya. Contohnya untuk Cabai besar di fokus ke wilayah Sumatera, Sulawesi, Bali Nusa dan Maluku Papua untuk cabai besar. Cabai rawit di Sumatera, Kalimantan, dan Maluku Papua. Sementara bawang merah meliputi Sumatera, Kalimantan, dan Maluku Papua. Wilayah lain yg sudah surplus tinggal kita dukung kelancaran distribusinya” terang Anton. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: