Teror Macan Gunung Lawu, 18 Ternak Mati Dimangsa

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
23 Nov 2018   12:00

Komentar
Teror Macan Gunung Lawu, 18 Ternak Mati Dimangsa

Ternak warga ditemukan mati akibat serangan macan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sebanyak 18 ekor ternak kambing di wilayah Wonorejo, Karanganyar, Jawa tengah mati akibat serangan macan yang turun dari Gunung Lawu. Serangan kepada ternak tersebut, diduga akibat imbas dari perubahan pola hidup dan interaksi satwa tersebut karena kebakaran hutan. 

Kapolsek Jatiyoso, Iptu Subarkah membenarkan peristiwa tersebut. Menurut keterangan yang diberikan, macan diketahui menyatroni kandang kambing pada Kamis (22/11) pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Saksi mata Sutarno (50), dan Mulyono (45), yang merupakan warga setempat melihat seekor macan berlari dari dalam kandang kambing milik satu warga.

Baca Lainnya: Lagi, Harimau Sumatera Teror Warga Teluk Nibung, Riau

"Ketika dicek, keduanya mendapati kambing-kambing di kandang sudah mati dengan luka bekas terkaman di leher. Kejadian itupun dilaporkan ke Yarno (35), Kepala Dusun Gondang," jelasnya. 

Ia menjelaskan serangan macan ke ternak penduduk dan datang ke permukiman merupakan kasus yang ketiga kalinya. Selama ini, warga menggunakan alat seadanya untuk mengusir binatang buas tersebut. Serangan hewan buas yang memakan ternak membuat masyarakat waspada. 

Baca Lainnya: Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

Tiga warga Desa Wonorejo yang ternaknya telah diterkam adalah Samino (50), Minem (55), dan Suwito (45). Diakuinya, warga merasa resah karena munculnya macan yang berkeliaran sangat membahayakan. Namun mereka tidak berani bertindak atau membunuh karena harimau adalah jenis hewan yang dilindungi.

Sebelumnya, ternak warga lereng Gunung Lawu di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar diduga juga diterkam macan. Atas dasar rentetan peristiwa ini, pihak Kepolisian menghimbau kepada masyarakat untuk mengamankan ternak masing-masing, serta meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun atau hutan Gunung Lawu.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Konservasi BKSDA Wilayah I Surakarta, Titik Sudaryanti, belum dapat memberikan keterangan secara detail terkait peristiwa ini. [KW] 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: