Baru 13 Persen Perusahaan Sawit di Kalbar Punya Sertifikat ISPO

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
22 Nov 2018   15:00

Komentar
Baru 13 Persen Perusahaan Sawit di Kalbar Punya  Sertifikat ISPO

Kelapa Sawit (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, akan terus mendorong perusahaan perkebunan kelapa sawit memiliki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Dari 47 perusahaan perkebunan kelapa sawit hanya enam yang memiliki sertifikat ISPO.

"Dari total 47 perusahaan tersebut, baru enam perusahaan yang sudah mendapat sertifikasi ISPO," jelas Bupati Sintang Jarot Winarno.

Baca Lainnya: Asosiasi Larang Tanam Sawit Baru di Lahan Gambut 

Sementara, dua perusahaan telah memiliki sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) yang bersifat sukarela untuk memenuhi persyaratan ekspor produk sawit ke Uni Eropa.

Sertifikat ISPO, yang wajib dimiliki perusahaan pengolah kelapa sawit di Indonesia, diharapkan mengurangi dampak kerusakan lingkungan, emisi gas rumah kaca, hingga pemicu deforestasi.

Perusahaan yang tidak melakukan sertifikasi ISPO akan mendapat sanksi, lain halnya dengan sertifikat RSPO yang sifatnya sukarela.

Baca Lainnya: 2018, Produksi Sawit Diperkirakan Naik 10 Persen

Sertifikasi, menurut Jarot, adalah aspek penting bagi masa depan industri kelapa sawit. "Industri dan rantai pasok sawit harus bisa dipastikan menganut praktik-praktik keberlanjutan, karena kalau tidak produk minyak sawit akan sulit dipasarkan," katanya.

Sertifikasi, lanjut dia, juga akan menjamin reputasi perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang sempat diserang kampanye negatif menyangkut aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani!

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: