Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
22 Nov 2018   10:30

Komentar
Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

Harimau Bonita sempat jadi momok menakutkan bagi warga Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Tahun ini di Riau bisa dikatakan sebagai tahunnya Harimau Sumatera. Bagaimana tidak, sejak Januari hingga tak sampai dua bulan lagi tahun 2018 berakhir, setidaknya ada enam kejadian harimau menampakkan belangnya di lima kabupaten di provinsi tersebut. Menurut data yang berhasil dihimpun Trubus.id, lima kabupaten itu adalah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi dan Kampar.

Dengan data tingginya penampakan harimau di wilayah itu menjadi bukti bahwa Riau masih menjadi habitat yang banyak dihuni satwa yang terancam punah itu. Namun di sisi lain, kemunculan sebagai pertanda rusaknya alam karena Datuk Belang ini menjelajah pemukiman dan kebun warga. Hutan yang dulunya menjadi hahbitat mereka sebagian besarnya dikonversi menjadi perkebunan dan hutan tanaman industri.

Bonita Si Pemangsa dan Boni yang Pemalu

Dari semua kemunculan harimau yang terjadi di Riau, penampakan harimau yang diberi nama Bonita berada di peringkat atas dan paling mencuri perhatian. Proses evakuasinya berlangsung hingga 100 hari. Tenaga dan pikiran petugas BBKSDA terkuras hingga melibatkan ahli suara satwa dari Kanada, Shakti Wolvers Teeg.

Harimau Bonita tidak takut menampakan wujudnya pada manusia. (Foto: Trubus.id/ M Syukur)

Bonita mulai "mengancam" manusia di Kabupaten Indragiri Hilir, tepatnya kawasan perkebunan sawit di Dusun Danau, Kecamatan Pelangiran. Dua pekerja menjadi korban keganasannya, yaitu Jumiati dan Yusri.

Menurut Kepala Bidang I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo kala itu, Bonita sudah berkategori wajib dievakuasi. Perilakunya berbuah total dari liar menjadi satwa jinak tapi mematikan. Bonita tak takut bertemu manusia karena mendekat lalu mengejarnya.

Kini, Bonita menjadi penghuni Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya, Sumatera Barat, setelah ditangkap pada April. Harimau betina yang disebut pernah melahirkan anak itu masih dalam tahap observasi menjelang dilepasliarkan.

Tak hanya Bonita, di dusun ini ada lagi harimau lainnya diberinama Boni. Hanya saja Boni masih liar dan selalu mengelak ketika berjumpa manusia. Dia tak sampai meneror warga seperti Bonita sehingga tak dianggap perlu dievakuasi.

Induk Harimau dan Anaknya di Teluk Meranti

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: