Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
22 Nov 2018   10:30

Komentar
Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

Harimau Bonita sempat jadi momok menakutkan bagi warga Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Dan yang terbaru adalah kemunculan Harimau Sumatera yang diberinama Atan Bintang. Kemunculan di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, sudah dilaporkan sejak awal September 2018.

Hingga November 2018, kemunculannya tidak bisa ditebak karena sewaktu-waktu menghampiri pemukiman lalu menerkam ternak warga. Setidaknya ada empat ternak yang diterkam.

Petugas BBKSDA juga memasang jerat berupa kandang lengkap dengan umpan dan kamera pengintai lalu dibuka kembali karena Atan Bintang tak kunjung masuk perangkap.

Akhirnya, pertualangan Atan Bintang berakhir setelah terjebak di kolong ruko di pasar kecamatan tersebut pada 14 November 2018. Sebelumnya, Atan sempat merusak kandang ayam dan memakan ternak di dalamnya.

Proses evakuasi Atan Bintang berlangsung hingga 17 November 2018 dini hari. Setidaknya, ada dua kali tembakan bius yang disasar dokter hewan dari BBKSDA Riau beserta tim medis ke badan Atan.

Percobaan pertama gagal karena Atan kian jauh masuk ke lorong ruko. Upaya kedua berhasil setelah petugas melobangi sejumlah lantai ruko. Sebagiannya terpaksa dijebol begitu Atan tak sadarkan diri usai terkena tembakan bius.

Kini, Atan menjadi penghuni baru di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya Sumatera Barat bersama Bonita. Atan menjalani tahap observasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke lokasi yang dipilih BBKSDA Riau. 

Faktor Penyebab Harimau Masuk Pemukiman

Menurut Suharyono, harimau masuk ke pemukiman disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, hutan yang dulunya tempat mencari makan serta berkembang biak berubah menjadi perkebunan yang membuatnya tidak nyaman.

"Fragmentasi hutan sangat berpengaruh kepada pakannya. Diapun keluar karena di habitat aslinya jarang ditemui pakan," kata Suharyono.

Faktor lainnya adalah daerah jelajah. Setiap harimau punya kawasan untuk mencari makan. Berubahnya hutan menjadi kebun dan dibangun pemukiman membuat harimau masuk ke sana.

"Dulunya hutan lalu mencari makan, ternyata sudah ada pemukiman. Seperti di pasar itu, sekitarnya termasuk kawasan jelajahnya," kata Suharyono.

Suharyono memastikan, harimau tidak akan keluar dari habitatnya kalau pakannya cukup. Dan harimau termasuk satwa yang memangsa sesuatu sesuai dengan kebutuhan hidupnya.

"Harimau tidak akan menumpuk makanan dan dia selalu makan secukupnya," ucap Suharyono. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: