Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
22 Nov 2018   10:30

Komentar
Membaca Pertanda Serangkaian Teror Harimau di Provinsi Riau

Harimau Bonita sempat jadi momok menakutkan bagi warga Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Pertengahan Juli 2018, giliran harimau di Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, yang menunjukkan belangnya. Dia muncul di perkebunan karet dan sempat bertemu petani di sana lalu menjauh.

Temuan jejak juga menguatkan kemunculannya. Petugas BBKSDA lalu ke lokasi untuk memasang kamera pengintai serta memasang jerat berbentuk kandang lengkap dengan umpan kambing.

"Ada tiga kamera yang akan dipasang di lokasi temuan jejak harimau," kata Kabid Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro di Pekanbaru, Senin petang, 16 Juli 2018.

Hanya saja, jerat itu tak dilirik satwa belang itu. Tiga kamera yang dipasang juga tak berhasil merekam penampakannya hingga akhirnya dilepas kembali. Hingga kini, harimau itu tak lagi ada kabarnya karena kembali masuk ke hutan.

Akhir Hayat Harimau Bunting di Kuantan Sengingi

Yang paling menyedihkan tentu saja harimau di Kabupaten Kuantan Singingi. Kemunculannya di perbatasan antara Desa Muara Lembu dan Pangkalan Indrarung, sekaligus menjadi akhir hidupnya.

Bangkai harimau korban jerat yang ditemukan ditepi jurang. (Foto: Trubus.id/ M Syukur)

Harimau betina ini ditemukan tak bernyawa di pinggir jurang terlilit jerat. Pemeriksaan petugas, harimau ini sedang mengandung dua janin yang diprediksi beberapa pekan lagi lahir.

Dalam kasus ini, Kepala BBKSDA Riau Suharyono menyatakan menangkap seorang warga di lokasi karena dicurigai memang jerat maut itu. Kasus ini tengah ditangani Balai Gakkum Wilayah II Sumatera.

Seekor Harimau Sumatera ditemukan mati tergantung di pinggir jurang di Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Pinggangnya terlilit tali nilon yang diduga jerat babi hutan.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyebut, bangkai harimau dewasa betina itu sudah dievakuasi petugas. Bangkainya sudah dibawa ke Pekanbaru untuk dikuburkan.

"Masih dalam perjalanan, jam 8 malam nanti kalau tidak ada hambatan sampai ke Pekanbaru," kata Suharyono, Rabu 26 September 2018.

"Kaki dan bagian pinggang terbelit nilon dari jerat babi yang terpasang di lokasi," kata Suharyono.

Atan Bintang Si Primadona Pulau Burung

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: