Dari 8 Hari Kerja, Izin Ekspor Tanaman Hias Kini Bisa Keluar Dalam 3 Jam Saja

TrubusNews
Syahroni
21 Nov 2018   22:00 WIB

Komentar
Dari 8 Hari Kerja, Izin Ekspor Tanaman Hias Kini Bisa Keluar Dalam 3 Jam Saja

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementan, Suwandi. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Untuk meningkatkan nilai ekspor, Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan beragam kebijakan yang mempermudah petani Indonesia untuk memasarkan komoditas pertaniannya ke mancanegara. Waktu memproses surat izin ekspor pun dipangkas. Hal yang sama juga dilakukan untuk sektor benih hortikultura.

Kementan kini telah memangkas waktu memproses surat izin ekspor benih hortikultura dari 8 hari kerja menjadi 3 jam. Penerbitan surat izin ekspor dengan waktu relatif singkat ini diperuntukan bagi perusahaan yang dokumennya sudah lengkap dan benar, di mulai dari pemeriksaan kebenaran dan kelengkapan dokumen di Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai pemegang amanat Menteri Pertanian dalam perizinan ekspor benih Hortikultura.

Baca Lainnya : Kementan Pangkas Proses Perizinan, Investasi Pertanian di Indonesia Melonjak

“Ini sejalan amanat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menyiapkan karpet merah bagi eksportir. Hari ini kami realisasikan, kami telah terbitkan lima dokumen izin ekspor benih tanaman hias dalam waktu kurang dari 3 jam,” demikian ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementan, Suwandi dalam keterangan resminya, Rabu (21/11).

Dia menyebutkan, sebanyak 5 izin ekspor yang diterbitkan tersebut yakni, pertama, ekspor 2.600 pieces tanaman hias sukulen ke Filipina. Kedua, ekspor 3.000 pieces tanaman sukulen ke Amerika Serikat. Ketiga, ekspor 2.000 pieces tanaman sukulen ke Myanmar. Keempat, ekspor 400 pieces tanaman sukulen ke Italia, dan kelima, ekspor 400 pieces tanaman sukulen ke Prancis.  

“Ini ekspor tanaman hias dengan berbagai varietas seperti agave, echeveria, haworthia, sansevieria, cactus, senecio, crassula, opuntia dan lainnya. Senin kemarin juga memproses izin ekspor 800.000 pieces dracaena ke Malaysia dan 7 pieces graptopetalum ke Jepang,” imbuhnya.

Suwandi menegaskan, proses izin ekspor saat ini dilakukan serba cepat dalam pelayanan. Jika dokumen pengajuan dari eksportir sudah lengkap dan benar, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura langsung memproses kurang dari 3 jam. Sebaliknya, jika dokumennya belum lengkap dan benar, langsung diminta untuk segera melengkapi persyaratan.

Baca Lainnya : Bangun Klaster Pertanian, Kementan Resmi Gandeng PISAgro

“Bagi eksportir yang sudah terbiasa melakukan ekspor, biasanya berkasnya rapih dan lengkap. Untuk eksportir yang baru, akan dibimbing. Kita dampingi dan kita bantu menyelesaikan persyaratannya sampai lengkap,” tegasnya.

Untuk pelayanan ekspor benih hortikultura, sambung Suwandi, maka dilakukan terobosan baru dan percepatan dengan merevisi Permentan Nomor 17 Tahun 2018, semula 8 hari direvisi menjadi 3 jam. Proses izin ekspor benih ini dilakukan secara online mencakup pengecekan dokumen administrasi, pengecekan identitas produsen benih dan verifikasi jenis tanaman dan varietas yang boleh diekspor.

“Dengan perubahan ini kami membuka selebar-lebarnya ekspor produk hortikultura. Ini penting karena kontribusi ekspor komoditas hortikultura cukup tinggi. Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp 1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari sampai Agustus 2017 yang hanya Rp 0,94 triliun,” pungkasnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

21 Warga Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Luwu Utara

Peristiwa   16 Juli 2020 - 08:47 WIB
Bagikan:          

Juni 2020, BPS Catat Ekspor Pertanian Naik Tinggi

Peristiwa   15 Juli 2020 - 18:54 WIB
Bagikan:          
Bagikan: