Setahun Direhabilitasi, Dua Ekor Elang Langka Dilepasliarkan di Hutan Sancang

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 Nov 2018   12:30

Komentar
Setahun Direhabilitasi, Dua Ekor Elang Langka Dilepasliarkan di Hutan Sancang

Elang perut putih (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Elang menjadi salah satu satwa yang kini keberadaannya di alam kian terancam. Hal ini karena masih marak perburuan berbagai jenis elang langka di habitat aslinya. Guna menjaga kelestarian populasi elang di Indonesia, Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) melepasliarkan dua ekor elang perut putih (Haliaeetus leucogaster) di kawasan Hutan Sancang yang berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/11).

hal tersebut diungkapkan oleh Manajer Operasional Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Zaini Rakhman, mengatakan, sepasang elang betina dan jantan yang telah direhabilitasi hampir satu tahun sebelum akhirnya dilepasliarkan di kawasan yang menjadi habitatnya.

"Dua elang laut ini sudah direhabilitasi, setelah itu kita lepasliarkan di kawasan yang ada sungai atau perairan," terang Zaini di Garut, Rabu (21/11).

Sebelumnya dua ekor elang itu dipelihara masyarakat, kemudian diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk direhabilitasi dan dilepaskan kembali ke alam liar.

Baca Lainnya: Miris, Baru 5 Minggu Dilepasliarkan, Elang Brontok Ditembak Mati Warga

Lebih lanjut dikatakan Zaini, Elang tersebut merupakan jenis satwa yang dilindungi Undang-undang sehingga tidak boleh diburu maupun dipelihara.

"Sepasang elang ini diambil dari warga, yang jantan sebelumnya dipelihara orang Garut, dan yang betina dari Cirebon," paparnya.

Pelepasliaran elang di kawasan Hutan Sancang merupakan yang pertama kali dilakukan oleh PKEK. Dua elang betina dan jantan itu diharapkan dapat berkembang biak sehingga menambah populasi elang di Kabupaten Garut, umumnya di Indonesia.

"Harapannya tentu dua elang ini bisa berkembang biak, sehingga populasi elang di Indonesia bertambah," tambahnya.

Baca Lainnya: Tergolong Satwa Langka, BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan Elang Ular Bido

Ia menjelaskan, pelepasliaran dua satwa tersebut dilakukan secara aturan yang berlaku, mulai dari adaptasi tempat sebelum dan sesudah dilepaskan selama satu bulan.

Aktivitas elang di alam liar itu, kata dia, akan mendapatkan pengawasan dari petugas khusus untuk mengetahui keberadaan elang tersebut.

"Jadi kita memantau perkembangannya, kita lihat apakah elang tersebut sudah bisa mencari makan, atau sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya itu," pungkasnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: