Rusak Lingkungan, Pemkot Batam Tolak Impor Plastik Bekas

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
21 Nov 2018   11:00

Komentar
Rusak Lingkungan, Pemkot Batam Tolak Impor Plastik Bekas

Muhammad Rudi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna mengantisipasi kerusakan lingkungan, Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menolak rencana impor plastik bekas.

"Kami tidak sepakat dengan rencana itu. Kami bukannya menolak investasi, tapi menyelamatkan kota untuk 20 tahun ke depan. Untuk anak cucu kita, karena pembangunan yang dilakukan pemerintah sekarang ini juga untuk dinikmati di masa yang akan datang," demikian dikatakan Walikota Batam Muhammad Rudi di Batam, baru-baru ini.

Penanam modal berniat berinvestasi dalam bidang pengolahan limbah plastik di Batam, dan sudah mengurus sebagian perizinannya kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, sebagai pengelola kawasan industri.

"Intinya, kami akan terima investasi, tapi jangan lihat dari uangnya saja. Tapi efeknya juga harus dipikirkan," tegasnya.

Baca Lainnya: Teknologi Manajemen Sampah Zero Jadikan Limbah dengan Ekonomi Tinggi

Berdasarkan informasi yang disampaikan Rudi, tidak semua plastik terpakai dalam industri pengolahan limbah plastik impor itu, melainkan menyisakan kotoran plastik sebanyak 30 persen. Padahal, plastik adalah bahan yang sulit terurai.

"Plastik ini diolah menjadi bijih plastik. Hasil olahan 30 persennya menjadi limbah. Kami tanya, mau dibawa ke mana limbah ini, dan itu tidak bisa dijawab mereka,"paparnya kembali.

Untuk itu, pihaknya menegaskan butuh ribuan tahun agar plastik bisa terurai bersama tanah, sehingga limbah dari hasil pengolahan plastik bekas itu akan menjadi persoalan yang baru bagi kota.

Baca Lainnya: Ratusan Limbah Sedotan Plastik Berhasil Diangkut dari Pantai Sydney

Jika pada akhirnya rencana ini tetap dijakanlan, plastik dihancurkan menggunakan pemanasan tinggi, menurutnya akan mengeluarkan racun yang berbahaya bagi masyarakat sekitar. Bahkan bisa sampai menjadi kanker.

"Siapa yang mencium (pencemaran) ini. Tentunya masyarakat," tegasnya kembali.

Selain itu, bahan plastik bekas juga tidak bisa diidentifikasi asalnya. Apakah dari sisa makanan, atau bahkan limbah dari bahan kimia dari perlengkapan kesehatan, bisa memicu bertambahnya masalah kesehatan di masyarakat.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: