Tanah Longsor di Ancol, Ini Solusi Gubernur Anies Baswedan 

TrubusNews
Astri Sofyanti
21 Nov 2018   10:00 WIB

Komentar
Tanah Longsor di Ancol, Ini Solusi Gubernur Anies Baswedan 

Longsor di kelurahan Ancol (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan bencana longsor yang terjadi di RT 01/08 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara beberapa hari lalu.

“Yang kita butuhkan sekarang langkah ke depannya, adalah delapan KK (Kepala Keluarga) yang tinggal di sini yang rumahnya sekarang menjadi tidak aman. Mereka mengungsi, kita akan segera bangunkan kembali rumahnya supaya mereka bisa menempati tempat yang sama,” jelas Gubernur DKI Jakarta Anies di Jakarta, Rabu (21/11).

Ia menyebut longsoran telah terjadi selama beberapa kali dan beberapa tahap. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengkaji apa penyebab teknis terjadinya peristiwa itu.

Baca Lainnya: Ada 30 Titik Rawan Banjir di DKI, Anies Baswedan Siapkan 1.400 Relawan

Menurutnya, dinding penahan tanah di bantaran anak sungai Ciliwung saat ini juga akan dibangun. Hal ini diitargetkan selesai dalam dua minggu ke depan.

“Sehingga tuntas. Panjangnya diperkirakan sekitar 80 meter. Tadi di lapangan kita lihat bahwa posisi dinding sekarang itu saja itu lebih maju hampir tiga meter, dari dinding lama yg terbuat dari batu bata. Artinya memang sudah mengalami penyempitan,” papar Anies.

Lebih lanjut dikatakan Anies, pembangunan akan dikerjakan setelah dalam dua pekan ke depan, maka akan mengalami pengerasan. Dengan adanya hal itu, dia berharap, tak akan ada lagi peristiwa longsor di daerah itu.

Pihaknya juga akan memeriksa dinding-dinding di sepanjang aliran anak sungai Ciliwung. Hal ini menurutnya, tempat itu memang memiliki risiko yang yang tinggi jika ditinggali.

Baca Lainnya: Terancam Banjir, Pemprov DKI Beberkan 3 Solusi untuk Mengatasi  

“Bahkan tempat kejadian ini sampingnya ada saluran air, tidak memiliki muara. Ini saluran sebelah sini itu tidak ada muaranya,” lanjutnya.

Selain itu, di wilayah itu tak ada lagi saluran yang jelas sehingga menyebabkan tak ada lagi tempat air untuk mengalir. Tak heran, ada penggerusan tanah jangka panjang, yang menyebabkan tanah longsor.

Pemprov DKI juga memastikan warga yang rumahnya terdampak longsor, akan terbangun pada pertengahan Desember 2018 mendatang. Sehingga, warga bisa tinggal kembali di rumahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD DKI Jakarta, Jupan Royter mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu (18/11) lalu.

Dikatakan Jupan, saat ini, telah didirikan tenda oleh pihak kelurahan sebagai tempat pengungsian warga yang terdampak longsor.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Akuaponik

Inovasi   06 Agu 2020 - 14:10 WIB
Bagikan:          
Bagikan: