Limbah Cairnya Cemari Saluran Irigasi, Pabrik Sabun di Karawang Disegel Polisi

TrubusNews
Syahroni
20 Nov 2018   19:00 WIB

Komentar
Limbah Cairnya Cemari Saluran Irigasi, Pabrik Sabun di Karawang Disegel Polisi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Warga sekitar pabrik sabun PT K2 Industries di Kabupaten Karawang tengah resah. Air di pemukiman serta di saluran irigasi sawah mereka, tercemar limbah yang mengeluarkan bau busuk.

Untungnya, kondisi ini cepat ditangani. Hasilnya, Selasa (20/11), Unit Tipiter Polres Karawang, Jawa Barat menyegel pabrik tersebut. Pabrik itu disegel lantaran diduga membuang limbah cairnya tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. 

Baca Lainnya : Sungai Ciwalen Tercemar, Warga Protes Pabrik yang Buang Limbah Sembarangan

"Kita segel karena perusahaan ini diduga membuang limbah tanpa diolah terlebih dahulu. Bahkan langsung mengalir ke irigasi dan pemukiman sekitar," kata Kapolres Karawang, AKB Slamet Waloya kepada wartawan di lokasi, Selasa (20/11). 

Limbah yang mencemari pemukiman warga dan irigasi sawah itu sendiri kini tengah diuji dilaboratorium. Kasi Penyelesaian Pengaduan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang, Kiki Jatnika mengatakan, hasil uji lab itu baru akan diketahui rabu pekan depan.

"Hasilnya keluar Rabu pekan depan," kata Kiki.

Dia menjelaskan, PT K2 diketahui telah lalai dan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang representatif. Sebelumnya, perusahaan ini pernah mendapatkan sanksi administrasi karena tidak memiliki IPAL. 

Baca Lainnya : 'Pasukan Katak' Incar Pabrik Nakal yang Buang Limbah Langsung ke Kali Bekasi

"Tetapi mereka sudah memperbaikinya meski masih kurang layak, saat ini sampel uji laboratorium telah kita ambil. Tinggal menunggu hasilnya 14 hari kerja," kata Kiki.

Menanggapi kasus yang menimpa perusahaannya, General Affair PT K2 Industries, Mursid Rahman mengungkapkan, pencemaran limbah cair terjadi karena ada kesalahan teknis. Saat pergantian shift, seorang operator lalai dan malah membuka saluran limbah. Alhasil limbah menggelontor hingga ke selokan dan irigasi.

"Ini memang ada kesalahan ketika pergantian sift 1 dengan sift 2. Ada kesalahan teknis, sehingga langsung dibuang ke media lingkungan," kata Mursid. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: