Relawan ERCB Ungkap Kondisi Terkini Desa Lawara di Perbukitan Sigi

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
20 Nov 2018   08:00

Komentar
Relawan ERCB Ungkap Kondisi Terkini Desa Lawara di Perbukitan Sigi

Akses jalan yang rusak menuju Desa Lewara (Foto : Dok Fauzan/ERCB)

Trubus.id -- Perjalanan yang sulit dan hanya bisa diakses oleh kendaraan roda dua berhasil dilalui oleh tim Emergency Response Capacity Building (ERCB) yang memantau kondisi terkini di Desa Lawara, Kecamatan Marawola Barat. Dikatakan oleh Fauzan, salah satu relawan ERCB yang menuju lokasi, wilayah Desa Lewara saat ini di beberapa titik terjadi tanah longsor. 

“Longsor di dusun 2 pada hari Selasa, 13 November, menutup jalur sungai dan mengancam pembangkit listrik microhidro yang menjadi satu-satunya pemasok listrik untuk di dua dusun desa ini,” katanya. 

Kekhawatiran lain dari ancaman longsor dikatakan Fauzan juga mengancam fasilitas umum, fasilitas sosial, pemukiman dan perkebunan masyarakat.

Saat meninjau langsung kondisi di lapangan, diketahui dampak longsoran telah menutupi sungai Lawara sehingga membentuk genangan. 

Material longsor menutupi aliran sungai (Foto: Fauzan/ERCB)

Desa Lawara sendiri terdapat 275 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 866 jiwa. Kondisi geografis yang berbukit, menjadikan wilayah Desa Lawara yang terdiri dari 5 dusun ini rawan terjadi longsor. Selain itu, warga di 3 Dusun Desa Lawara hingga saat ini juga belum menikmati aliran listrik. Sementara, 2 Dusun lainnya mengandalkan tenaga listrik microhidro dari New Zealand yang saat ini sedang dipindahkan karena lokasinya terancam tanah longsor.

“Pasca gempa, tanah di wilayah pemukiman dusun ini retak dan turun. Warga kemudian pindah ke area yang lebih rata dan stabil sekitar 500 meter dari pemukiman sebelumnya,” ujar Yude, Kepala Desa Lewara seperti yang disampaikan Fauzan.

Khusus di Dusun 5, saat ini kondisi rumah warga yang berbentuk rumah panggung sudah direlokasi secara swadaya oleh warga. Sebelumnya sejumlah rumah panggung berdiri di lereng perbukitan yang terbilang berbahaya jika terjadi bencana.

Akses jalan menuju Desa Lawara yang hanya bisa dilalui kendaaran roda dua (Foto: Fauzan/ERCB)

“Warga (saat ini) sudah membongkar rumah dan gereja di Dusun 5 dan memindahkannya ke area pemukiman baru. Mereka juga sudah dapat terpal bantuan,” ungkap Fauzan.

Adapun beberapa kebutuhan yang diungkapkan oleh Kepala Desa saat ini yaitu, bahan bangunan seperti seng untuk atap gereja, penanganan materi longsor yang menutupi jalur sungai, tenaga guru SD dan SMP yang tidak rutin masuk, dan trauma healing untuk salah satu warga. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: