Musim Hujan, Kawanan Gajah Liar di Kampar Makin Sering Masuk Desa

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
20 Nov 2018   06:00

Komentar
Musim Hujan, Kawanan Gajah Liar di Kampar Makin Sering Masuk Desa

Ilustrasi gajah liar. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Harimau Sumatera, beruang dan buaya dalam beberapa pekan terakhir membuat warga di Riau ketar-ketir. Meski satwa yang terganggu habitatnya itu sudah ditangkap dan dievakuasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) ke lokasi yang lebih aman, gangguan satwa yang merangsek masuk ke pemukiman warga lainnya kini datang dari gajah liar.

Kejadian gajah masuk kampung ini terjadi di Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (19/11). Satwa dilindungi itu keluar dari habitatnya karena faktor cuaca yang sudah mulai sering hujan selama beberapa pekan terakhir.

Baca Lainnya : Konflik Gajah dan Manusia di Kampar karena Habitatnya Sudah Rusak

"Iya tadi pagi ada kelompok gajah liar, jumlahnya sekitar 11 ekorlah. Mereka jalan bergerombolan memasuki perkebunan warga. Gajah-gajah itu juga  memakan daun kelapa sawit," ujar Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA, Heru Sutmantoro kepada wartawan di Pekanbaru.

Menurut Heru, kejadian ini sudah dikoordinasikan dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau. Lalu petugas mendatangi lokasi dan berusaha menggiring binatang dengan belalai panjang itu untuk dijauhkan dari pemukiman penduduk.

"Nantinya petugas akan menggiring kawanan gajah itu ke Minas atau ke Koto Garo, Kabupaten Kampar. Dengan cara membunyikan mercon dan meriam. Apabila cara ini tidak efektif untuk menggiring, kita menurunkan gajah jinak," jelas Heru.

Baca Lainnya : Kawanan Gajah Liar Rusak 10 Hektare Perkebunan Warga Bencah Kulubi

Ia menyebutkan, kejadian itu bukan pertama kali. Karena 3 hari sebelumnya segerombolan gajah liar juga keluar dari habitatnya di Sungai Mandau, Kabupaten Siak pada Jumat (16/11). Daun-daun kelapa sawit di kebun warga juga menjadi makanan mereka.

"Kalau gajah yang datang ke daerah Sungai Mandau itu jumlahnya sekitar 20 ekor dan telah digiring ke tempat asal mereka. Jadi dugaan sementara mereka keluar dari habitatnya karena musim penghujan," kata Heru. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: