Mencekam, Selain Harimau dan Beruang, Kini Ular Piton Raksasa Teror Warga Riau

TrubusNews
M Syukur | Followers 0
19 Nov 2018   12:45

Komentar
Mencekam, Selain Harimau dan Beruang, Kini Ular Piton Raksasa Teror Warga Riau

Ular piton raksasa yang teror warga (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Tak hanya Harimau Sumatera, beruang dan buaya yang belakangan muncul sehingga membuat masyarakat di Riau ketakutan. Ular Piton ternyata juga membuat gregetan warga dengan kehadirannya, seperti kejadian di Desa Pawan, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu.

Beruntung, ular raksasa sepanjang enam meter lebih itu belum memakan korban, baik manusia ataupun ternak. Masyarakat beramai-ramai mengepung lalu menangkapnya di perkebunan karet, tempat ular itu muncul.

Menurut Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriati, ular bermotif kulit seperti batik itu sudah dievakuasi ke Kota Pekanbaru. Ularnya dalam keadaan sehat karena tidak dilukai warga.

Baca Lainnya: Lagi, Harimau Sumatera Teror Warga Teluk Nibung, Riau

"Untuk sementara akan diletakkan dulu di kandang transit BBKSDA Riau," sebut Dian, Senin (19/11/2018) siang.

Dian menceritakan, heboh kemunculan ular ini berawal ketika warga bernama Dawar pergi ke kebun karetnya untuk menyadap getah pada Minggu pagi, 18 November 2018. Pria 40 tahun ini mendengar suara desiran bergerak mendekatinya.

Ketika menoleh ke belakang, Dawar kaget karena yang mendekatinya itu ular berukuran tak biasa. Diapun pergi ke pemukiman lalu mencetikan perihal ular itu kepada warga lainnya.

"Warga sepakat untuk menangkap karena jaraknya sangat dekat dengan pemukiman. Warga takut ular itu memangsa ternak dan membahayakan masyarakat," sebut Dian.

Baca Lainnya: Inilah Penyebab Harimau Sering Masuk Permukiman Warga Riau 

Kemunculan ular ini sampai ke Kapolsek Rambah Samo AKP Hermawan. Beberapa personel polisi ke lokasi dan mengkoordinasikannya ke BBKSDA. Kepala BBKSDA Riau Suharyono memerintahkan anggotanya segera ke lokasi.

Menurut Dian, anggota BBKSDA Riau sampai ke lokasi kejadian pukul 17.00 WIB. Bermasa masyarakat dan kepolisian, petugas BBKSDA berusaha menangkap ular itu dengan peralatan yang sudah disiapkan.

"Evakuasi berlangsung sekitar dua jam setengah karena hujan deras turun. Ular lalu ditutup bagian kepala, dimasukkan ke kandang dan dibawa ke Pekanbaru," sebut Dian.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: