Greenpeace Hadang Kapal Tanker di Perairan Spanyol, Petani Sawit Indonesia Resah 

TrubusNews
Binsar Marulitua
19 Nov 2018   11:45 WIB

Komentar
Greenpeace Hadang Kapal Tanker di Perairan Spanyol, Petani Sawit Indonesia Resah 

Kapal Greenpeace (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mengatakan aktivis lingkungan Greenpeace seharusnya bisa lebih memberikan solusi sekaligus dukungan terhadap tata kelola sawit berkelanjutan Indonesia. Tindakan kampanye dengan mengadang kapal tanker sawit di Teluk Cardiz, Spanyol, memperburuk keadaan posisi pemerintah Indonesia yang tengah berjuang dari tekanan pasar Uni Eropa. 

"Di saat Pemerintah Indonesia sedang membenahi tata kelola sawit berkelanjutan, sesuai dengan kemauan pasar global, Greenpeace malah menyudutkan sawit Indonesia dengan tudingan pembabat lahan," kata Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno, di Jakarta, Senin (19/11).

Baca Lainnya: Setelah CPO Dilarang, Adakah Pengganti Nabati yang Cukup Memenuhi Kebutuhan Dunia?

Benny mengatakan tuduhan Greenpeace kepada Wilmar belum sepenuhnya terbukti, terkait minyak sawit yang dihasilkan dari pembabatan lahan hutan. Karena saat ini, perusahaan tersebut telah mengikuti prinsip minyak sawit berkelanjutan seperti Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).  

"Saya ingin pemerintah bisa tegas dan membekukan Greenpeace. Kampanye Greenpeace sudah dalam tahap yang meresahkan petani. Apalagi harga sedang jatuh," jelasnya. 

Benny mengatakan, komoditas sawit berkontribusi besar bagi devisa negara sebesar sumber devisa utama. Capaiannya sebesar US$ 22,97 miliar atau Rp 318 triliun pada 2017. Dampak positifnya adalah neraca dagang nonmigas surplus sebesar US$ 11,83 miliar.

Baca Lainnya: Redam Kampanye Hitam Uni Eropa, Pelaku Usaha Sawit Indonesia Harus Punya ISPO Semua

"Kemampuan sawit untuk menutup defisit neraca perdagangan sangatlah penting bagi pemerintah. Jadi kami meminta kalangan petani meminta pemerintah bertindak tegas kepada Greenpeace seperti negera India membekukan organisasi tersebut. Sudah sangat meresahkan" jelasnya. 

Enam aktivis Greenpeace ditahan karena melakukan aksi damai dengan menaiki kapal kargo sepanjang 185 meter yang berisi muatan minyak sawit dari Wilmar International. Aksi dilakukan di atas Kapal Stolt Tenacity di perairan Teluk Cadiz di dekat Spanyol. Kapal Stolt Tenacity membawa minyak Wilmar dari Indonesia menuju Eropa. 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: