Kubah Lava Baru Muncul di Puncak Gunung Merapi, Pertanda Apa?

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 Nov 2018   15:00 WIB

Komentar
Kubah Lava Baru Muncul di Puncak Gunung Merapi, Pertanda Apa?

Kubah lava Gunung Merapi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan, Gunung Merapi mulai menampakkan aktivitas baru dengan munculnya kubah lava baru di puncak Merapi.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida menyatakan, setelah melakukan pengecekan langsung ke puncak Gunung Merapi pada 18 Agustus, terdapat kubah lava baru yang muncul. Kubah tersebut memiliki panjang sekitar 55 meter, dengan lebar 25 meter dan tinggi 5 meter dari permukaan kubah lava yang terbentuk pada 2010 lalu.

“Berdasarkan pengamatan CCTV di puncak Gunung Merapi selama 9-15 November 2018, kubah lava masih tumbuh dan stabil, kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida di Yogyakarta, Sabtu (17/11).

Baca Lainnya: Material Kubah Gunung Merapi Tumbuh 4.500 Meter Kubik per Hari

Lebih lanjut Hanik menjabarkan, berdasarkan analisis morfologi puncak Merapi per 14 November, volume kubah lava tercatat 290.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan setiap hari rata-rata 2.400 meter kubik.

"Pertumbuhannya lebih rendah dari minggu sebelumnya," paparnya.

Sementara itu, volume kubah lava Gunung Merapi tercatat 273.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 3.500 meter kubik per hari.

Kemunculan kubah lava tersebut menandai fase erupsi magmatik Gunung Merapi, yang dimulai dengan erupsi yang cenderung efusif atau bersifat lelehan.

BPPTKG Yogyakarta juga memantau aktivitas kegempaan Gunung Merapi, mencatat 46 kali gempa Hembusan (DG), satu kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 19 kali gempa Fase Banyak (MP), 302 kali gempa Guguran (RF), 28 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan enam kali gempa Tektonik (TT).

Baca Lainnya: Pasca Letusan Freatik, Tidak Ada Perubahan Morfologi Kawah Gunung Merapi

"Kegempaan hembusan, gempa fase banyak dan gempa guguran pada minggu ini lebih tinggi dari minggu sebelumnya," papar Hanik.

Berdasarkan data aktivitas vulkanik Merapi tersebut, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau waspada.

Untuk itu, sementara waktu seluruh kegiatan pendakian Gununng Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan oleh BPPTKG, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

"Radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi," tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: