Bangun Klaster Pertanian, Kementan Resmi Gandeng PISAgro

TrubusNews
Syahroni
16 Nov 2018   20:00 WIB

Komentar
Bangun Klaster Pertanian, Kementan Resmi Gandeng PISAgro

Kementan dan PISAgro bersepakat untuk kerjasama membangun klaster pertanian. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Membangun pertanian di Indonesia tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja. Untuk mempercepat pembangunan itu, dibutuhkan kerjasama dengan pihak swasta. Terutama, dalam hal peningkatan daya saing produk pertanian berkualitas ekspor.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Syukur Iwantoro disela-sela pertemuan antara Kelompok Kerja (Pokja) beberapa perusahaan swasta pertanian yang tergabung dalam Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture (PISAgro), Kamis (15/11) kemarin. 

Baca Lainnya : Perwakilan FAO Berdecak Kagum Usai Saksikan Pembangunan Pertanian di Indonesia

“Kementan siap mengkoordinasikan program dan kegiatannya agar bersinergi dengan kegiatan kemitraan yang telah dilakukan oleh perusahaan swasta termasuk dengan perusahaan yang tergabung dalam PISAgro,” tegas Syukur.

Pada pertemuan ini, Kementan dan PISAgro sepakat bekerjasama membangun klaster pertanian. Syukur kemudian menyerahkan secara simbolik kepada PISAgro yakni atlas pemetaan kawasan pertanian yang dapat menjadi acuan untuk pengembangan program kemitraan di wilayah sentra produksi.

Terkait hal ini, Pimpinan Pokja PISAgro, Wisman Djaja mengatakan, beberapa perusahaan yang tergabung dalam PISAgro telah merintis kemitraan dengan para petani. Di antaranya untuk pengembangan komoditas kopi di Tanggamus, kakao di Luwu Raya, karet di Jambi, kedelai di Banyuwangi, kentang di Jawa dan Sumatera dan sapi perah di Jawa Timur.

Baca Lainnya : Empat Tahun Capaian Kinerja Sektor Pertanian, Kementan Terus Wujudkan Kedaulatan Pangan

“Program kemitraan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas SDM petani dan produktivitas usaha tani yang dilakukan, sehingga pada gilirannya mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan, Kasdi Subagyono menuturkan, program kemitraan antara petani dengan perusahaan berbasis klaster-klaster pertanian tersebut telah sejalan dengan kebijakan pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani yang telah diatur melalui Permentan Nomor 18/2018.

“Sudah saatnya petani tidak hanya berkutat pada budidaya saja, namun beranjak kepada aspek pengolahan dan pemasaran yang tentunya perlu didukung oleh mitra korporasi,” tutur Kasdi. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: