Ahli Tata Kota Ungkap 5 Cara Antisipasi Banjir Jakarta

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 Nov 2018   15:30

Komentar
Ahli Tata Kota Ungkap 5 Cara Antisipasi Banjir Jakarta

banjir Jakarta (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Ahli tata kota Universitas Trisakti, Nirwono Yoga berpendapat soal masalah banjir di ibukota. Menurutnya, ada empat tipe banjir yang mengancam wilayah ini di musim hujan. Keempatnya meliputi banjir lokal, banjir kiriman, banjir rob hingga banjir besar.

Ia menjabarkan, banjir lokal akan melanda kawasan ibukota akibat hujan deras mengguyur, sementara wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang hanya mengalami gerimis atau bahkan sama sekali tidak diguyur hujan.

"Banjir terjadi karena drainase buruk, maka air menggenangi jalan dan permukiman," kata Yoga sapaan akrabnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/11).

Baca Lainnya: Kementerian PUPR Akan Atasi Banjir Jakarta dengan Cara Tak Biasa

Sementara, banjir kiriman terjadi saat Jakarta mengalami gerimis atau kering sedangkan kawasan puncak Bogor hujan lebat, sehingga air sungai meluap.

lebih lanjut Yoga menjelaskan, banjir rob akan terjadi karena air laut mengalami pasang. Sedangkan banjir besar terjadi saat tiga tipe banjir lainnya terjadi bersama.

"Ini sama seperti pada tahun, 1996, 2002, 2007, 2012 dan 2013," ujar Yoga.

Menurut Yoga, untuk mencegah banjir, pihaknya menyarankan lima langkah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pertama, melakukan penataan bantaran kali. Caranya, dengan melakukan pengerukan, pelebaran, pembebasan bangunan dan relokasi warga serta membangun jalur hijau di bantaran kali.

Kedua, melakukan revitalisasi waduk dan danau. Menurut Yoga, tepi danau  harus bebas bangunan, serta dijadikan taman.

Ketiga, merehabilitasi saluran air. Pemerintah DKI harus membesarkan dimensi saluran, pengerukan sampah dan limbah, menata kabel dan pipa di dalam saluran, serta membongkar bangunan liar.

Baca Lainnya: Bisa Tidak Sih Jakarta Bebas Banjir?

Keempat yaitu mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) berupa jalur hijau, taman, hutan, kebun raya yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

"Idealnya RTH sebanyak 30 persen," tegasnya.

Langkah kelima, Pemerintah DKI dapat membangun sumur resapan air mulai dari rumah, sekolah, perkantoran dan area parkir. Dikatakan Yoga, kelima langkah tersebut dikenal dengan konsep ekodrainase.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: