Pemerintah Terus Kawal Pupuk Bersubsidi untuk Petani Jogja

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Nov 2018   14:00 WIB

Komentar
Pemerintah Terus Kawal Pupuk Bersubsidi untuk Petani Jogja

pupuk, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta,  memastikan pupuk bersubsidi bisa langsung sampai ke tangan petani yang tergabung dalam kelompok tani (poktan) tanpa adanya kebocoran. 

Kepala Bidang Bina Produksi, Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Raharjo Yuwono menjelaskan pupuk organik bersubsidi petroganik tersalur 192 ton atau 17,63 persen dari total kuota 1093 ton. Urea telah tersalur 6.317 ton atau 52,96 persen dari total kuota urea bersubsidi 11.930 ton.

Realisasi penebusan pupuk berdasar laporan sampai dengan akhir September 2018, pupuk NPK bersubsidi tersalur3474,9 ton atau 60,28 persen dari total kuota NPK bersubsidi sejumlah 5.765 ton. Pupuk SP36 bersubsidi tersalur 573,61 ton atau 63 persen dari total kuota 907 ton, pupuk ZA bersubsidi tersalur498,3 ton atau 41,22 persen dari total kuota 1209 ton.

Baca Lainnya: Dolomit, Solusi Akademisi untuk Pengembangan Pertanian di Lahan Rawa

"Laporan Oktober masih direkap baru pada masuk 12 November laporan penyaluran setiap tanggal 15 per bulan untuk lap bulan lalu. Posisi sekarang persentase penebusan sudah naik," katanya.

Dia mengatakan selain ketersediaan pupuk, pihaknya juga telah menyalurkan benih ke sejumlah wilayah kecamatan.adapun benih yang disalurkan untuk padi Inbrida 2500 hektar atau setara 62,5 ton, padi hibrida 4000 hektar atau setara dengan 60 ton. Total benih padi ada 112,5 ton, kemudian untuk 10.000 hektar jagung hibrida setara 150 ton.

"Mengingat bantuan belum mencukupi kebutuhan keseluruhan. Surat edaran juga sudah diberikan kepada poktan, jika ada yang main-main akan kami tindak dengan mencoret dari daftar penerima tahun depan," katanya.

Sementara itu, Kapolres Gunung Kidul AKPB Ahmad Fuady mengimbau kepada semua pihak agar tidak menyalahgunakan pupuk bersubsidi. Untuk mengantisipasi penyelwewengan pupuk, kepolisian mengoptimalkan peran anggota terutama babinkamtibmas agar menjalin komunikasi dengan lapisan masyarakat.

"Jangan memainkan pupuk bersubsidi, jika masih nekat akan kita tindak," katanya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: