Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati dengan Gading Hilang di Aceh

TrubusNews
Binsar Marulitua
15 Nov 2018   20:30 WIB

Komentar
Seekor Gajah Liar Ditemukan Mati  dengan  Gading Hilang di Aceh

Seekor gajah liar juga ditemukan mati di Aceh beberapa waktu silam. (Foto : Doc/ ANTARA)

Trubus.id -- Seekor gajah jantan ditemukan mati dengan kondisi gading hilang dan bercak di Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo di Banda Aceh, Kamis, mengatakan temuan itu dilaporkan ke pihak berwajib, Rabu (14/11) malam.

"Informasi tersebut disampaikan petugas Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan atau BKPH Krueng Tiro yang berdomisili di Meureudu," tambahnya.

Baca Lainnya : Gajah Jinak di Aceh Mati Diduga Keracunan Air Sungai

Petugas BKPH Krueng Tiro tersebut, lanjutnya tidak berani berlama-lama di lokasi temuan gajah jantan mati tersebut karena kawanan gajah lainnya berupaya mendekat. Ia menyebutkan pihaknya sudah melaporkan temuan kematian gajah jantan dengan kondisi gading hilang tersebut ke Polres Pidie.

Usai menerima laporan, tim BKSDA langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian guna melakukan neukropsi atau membedah gajah mati itu untuk mengetahui penyebab kematiannya.

"Penyebab kematian gajah jantan tersebut belum dapat kami pastikan. Namun menunggu hasil neukropsi tim yang sudah ke lokasi kejadian bersama dengan kepolisian," jelasnya.

Baca Lainnya : Diduga Tersengat Listrik, Seekor Gajah Jantan Ditemukan Mati di Aceh Timur

Kendati penyebab kematian gajah belum bisa dipastikan, namun Sapto Aji menegaskan gajah jantan tersebut mati karena perburuan. Hal ini bisa dibuktikan hilangnya gading gajah tersebut.

"Kami menduga gajah jantan tersebut mati karena perburuan. Apalagi lokasi gajah mati tersebut berada di pinggir kawasan hutan lindung dan bukan area konflik gajah dengan manusia," kata Sapto Aji Prabowo. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Korban Tewas Akibat Covid19 Bertambah Jadi 1.800 Orang

Peristiwa   18 Feb 2020 - 14:22 WIB
Bagikan: