Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Nov 2018   19:30

Komentar
Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

Perubahan iklim dipercaya mampu menimbulkan virus penyakit baru yang lebih berbahaya. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Dunia saat ini mengalami kecenderungan peningkatan penyakit-penyakit baru, dan penyakit-penyakit yang timbul kembali. Sebut saja penyakit SARS. Penyakit yang pernah mewabah pada tahun 2004 silam ini, diyakini merupakan suatu pertumbuhan dari yang pernah terjadi pada 1918, yang mengakibatkan 50 juta orang meninggal dunia. 

Selanjutnya penyakit Ebola. Penyakit ini juga bukan suatu penyakit yang baru, karena sebelumnya pernah terjadi di Afrika. Namun yang mengkhawatirkan, perkembangan-perkembangan penyakit baru ini tingkat ancaman kematiannya lebih tinggi dan penyebarannya yang lebih cepat berpotensi menjadi pandemi. Untuk itu, dunia perlu menyikapinya secara strategis bagaimana supaya hal serupa tidak terjadi lagi.

Perubahan Iklim Memicu Timbulnya Virus Baru

Perubahan iklim diduga juga dapat memengaruhi kesehatan manusia secara langsung maupun tidak. Ini berarti, kemungkinan serangga pembawa penyakit telah menyebar ke seluruh dunia menjadi tinggi. Tidak heran jika lebih banyak manusia yang terkena infeksi virus seperti demam berdarah, chikungunya, zika, demam west nile, demam kuning dan tick-borne ensephalitis. Untuk banyak penyakit ini, sayangnya belum ada obat antivirus khusus atau vaksin yang bisa mengatasinya.

Perubahan iklim memungkinkan munculnya virus baru yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia di seluruh dunia. (Foto: Istimewa)

Pemanasan global diyakini telah memungkinkan nyamuk, kutu dan serangga pembawa penyakit lainnya untuk berkembang biak dengan subur. Beradaptasi dengan musim berbeda, bermigrasi dan menyebar ke area ceruk baru yang telah menjadi lebih hangat. Studi yang dilakukan Institute de Recherche pour le Developpment (IRD) mengungkap beberapa kemungkinan di balik penyebaran patogen dan penyaluran penyakit.

"Salah satunya perubahan iklim dan kelembapan ekstrem," tulis para peneliti seperti dikutip dari laman Science Daily.

Perubahan iklim, tulis peneliti, mengubah dinamika transisi agen penyebar penyakit. Juga memengaruhi rentang, perilaku, siklus biologis, sejarah hidup patogen dan vektor spesies penyakit. Tim peneliti yang menerbitkan penelitiannya di jurnal Nature, beranggapan jika kondisi ini akan berlangsung lama.

Dalam studi, tim peneliti IRD juga melihat hubungan antara perubahan iklim dan mewabahnya beberapa jenis virus baru, termasuk ancaman yang ditimbulkan oleh penyebaran arbovirus (arthropod-borne viruses) dan Japanese Encephalitis (JE).

Meningkatnya Penyebaran Arbovirus

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: